Eris Herisno
Serial BISNIS ke 7
Sekarang kita akan berbicara tentang
sebuah kalimat yang sering mendebarkan jantung, menghentakan jiwa dan
menghilangkan kesadaran emosi kita. Bahkan mungkin saking ganasnya,
sampai-sampai ada orang yang pingsan dan bunuh diri gara-gara kalimat yang satu ini. Kegagalan!.
Sebenarnya, tidak akan ada orang-orang
yang Steres, pingsan, ataupun bunuh diri gara-gara kegagalan, kalau saja mereka
memahami arti dari kegagalan tersebut .
Salah satu yang harus kita fahami adalah:
bahwa kegagalan bukanlah kemunduran, bukanlah penghilang sukses, atau sesuatu
yang hina. Kegagalan pasti ada dalam hidup. Simaklah apa yang dikatakan Anis
Matta, “Jangan pernah menyangka bahwa seorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya
dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan”.
Semua
orang pernah mengalaminya, baik dalam perjuangan bentuk apapun, ketika belajar,
berperang, berlomba, dan juga ketika dalam berbisnis. “Hanya orang yang tak melakukan
apa-apa, yang tidak mendapat kegagalan”
kata Sidney.
Ada
satu pepatah yang sering kita dengar, ”kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”.
Keberhasilan tak akan datang di awal perjuangan, tapi di akhir setelah melalui
beberapa tahapan. Adapun kegagalan, sebenarnya merupakan batu loncatan dari tahapan tersebut yang harus kita jadikan
pijakan.
Dimana saja kita akan memulai pekerjaan,
kapan saja kita akan melangkah, bersiap-siaplah, karena sudah pasti suatu saat
ada sebuah sandungan yang menghentikan langkah kaki kita. Jika kita jadikan
sebagai hal yang menakutkan, sudah pasti kita akan kembali kebelakang, dan bersembunyi.
Tapi jika kita jadikan sebagai sumber inspirsi maka kita akan mendapat kekuatan
baru yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya.
Sekarang mari kita bertanya. Apa yang
membuat para Nelayan tangguh di tengah lautan? Jawabnya adalah Gelombang dan
badai-lah yang menciptakan katanggguhan jiwa mereka. Apa yang membuat para Tentara
gagah berani menghadapai musuh? Jawabnya adalah kerasnya binaan (latihan) dari
komandan mereka. “Layang-layang naik menentang angin, bukan mengikutinya” Kata
Churchill.
Sekarang kita sadar, bahwa kegagalan yang
sesungguhnya adalah ketika kita gagal untuk bangkit dari kegagalan dan tidak
memahami makna dari kegagalan tersebut. “Kemuliaan kita yang tertinggi,” kata
Goldsmith,”bukanlah karena kita tak pernah jatuh, melainkan karena kita berdiri
kembali setiap kali jatuh”.
Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar
apa yang dikatakan oleh da’i dari bandung
ini. Aa Gym, ”Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah mencoba dan gampang
putus asa”.
Membebaskan Konstantinopel (sebuah
Imperium Romawi waktu itu), bukanlah perkara yang mudah. Muhammad
Al-Fatih Murad selalu menemui kegagalan di awal perjuangannya. Tapi, apakah Ia
berhenti begitu saja?. Tidak!. Ia malah menjadikan kegagalan sebagai -senar
busur- yang melesatkannya menuju kejayaan!.
Eris Herisno
Serial BISNIS ke 7
Sekarang kita akan berbicara tentang
sebuah kalimat yang sering mendebarkan jantung, menghentakan jiwa dan
menghilangkan kesadaran emosi kita. Bahkan mungkin saking ganasnya,
sampai-sampai ada orang yang pingsan dan bunuh diri gara-gara kalimat yang satu ini. Kegagalan!.
Sebenarnya, tidak akan ada orang-orang
yang Steres, pingsan, ataupun bunuh diri gara-gara kegagalan, kalau saja mereka
memahami arti dari kegagalan tersebut .
Salah satu yang harus kita fahami adalah:
bahwa kegagalan bukanlah kemunduran, bukanlah penghilang sukses, atau sesuatu
yang hina. Kegagalan pasti ada dalam hidup. Simaklah apa yang dikatakan Anis
Matta, “Jangan pernah menyangka bahwa seorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya
dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan”.
Semua
orang pernah mengalaminya, baik dalam perjuangan bentuk apapun, ketika belajar,
berperang, berlomba, dan juga ketika dalam berbisnis. “Hanya orang yang tak melakukan
apa-apa, yang tidak mendapat kegagalan”
kata Sidney.
Ada
satu pepatah yang sering kita dengar, ”kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”.
Keberhasilan tak akan datang di awal perjuangan, tapi di akhir setelah melalui
beberapa tahapan. Adapun kegagalan, sebenarnya merupakan batu loncatan dari tahapan tersebut yang harus kita jadikan
pijakan.
Dimana saja kita akan memulai pekerjaan,
kapan saja kita akan melangkah, bersiap-siaplah, karena sudah pasti suatu saat
ada sebuah sandungan yang menghentikan langkah kaki kita. Jika kita jadikan
sebagai hal yang menakutkan, sudah pasti kita akan kembali kebelakang, dan bersembunyi.
Tapi jika kita jadikan sebagai sumber inspirsi maka kita akan mendapat kekuatan
baru yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya.
Sekarang mari kita bertanya. Apa yang
membuat para Nelayan tangguh di tengah lautan? Jawabnya adalah Gelombang dan
badai-lah yang menciptakan katanggguhan jiwa mereka. Apa yang membuat para Tentara
gagah berani menghadapai musuh? Jawabnya adalah kerasnya binaan (latihan) dari
komandan mereka. “Layang-layang naik menentang angin, bukan mengikutinya” Kata
Churchill.
Sekarang kita sadar, bahwa kegagalan yang
sesungguhnya adalah ketika kita gagal untuk bangkit dari kegagalan dan tidak
memahami makna dari kegagalan tersebut. “Kemuliaan kita yang tertinggi,” kata
Goldsmith,”bukanlah karena kita tak pernah jatuh, melainkan karena kita berdiri
kembali setiap kali jatuh”.
Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar
apa yang dikatakan oleh da’i dari bandung
ini. Aa Gym, ”Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah mencoba dan gampang
putus asa”.
Membebaskan Konstantinopel (sebuah
Imperium Romawi waktu itu), bukanlah perkara yang mudah. Muhammad
Al-Fatih Murad selalu menemui kegagalan di awal perjuangannya. Tapi, apakah Ia
berhenti begitu saja?. Tidak!. Ia malah menjadikan kegagalan sebagai -senar
busur- yang melesatkannya menuju kejayaan!.

mampir kang eris
BalasHapusalhamdulillah...ini teh sopo ya??...baru belajar nge-blog nih...masih dalam penyempurnaan
Hapusalhamdulillah...ini teh sopo ya??...baru belajar nge-blog nih...masih dalam penyempurnaan
BalasHapus