RINDU
Oleh; Eris Herisno
Seri ke 13
Sekarang saya berani mengatakan bahwa cinta merupakan kekuatan, kekuatan saat mengarungi perjalanan di dunia yang singkat ini. “di antara bumi dan langit ada cinta. Kalau tak ada cinta maka hancurlah dunia ini”, kata Rumi.
Sesekali kita perlu mengarungi dan merenungi perjalanan cinta supaya tahu seberapa besar cinta itu menggelayut di ruang hati. Karena besar dan kecilnya cinta yang ada pada diri, akan berdampak pada kehidupan terutama dalam meraih sukses. Dan kita juga akan tahu besar kecilnya volume kerinduan kepada apa yang di cintai.
Kenapa kita harus tahu volume rindu?
Karena rindu adalah buah dari cinta itu sendiri, karena rindu adalah sebab akibat yang pasti terjadi jika kita punya rasa cinta!. Andai saja punya rasa cinta tetapi tidak punya rasa rindu, berarti cinta itu bohong atau palsu, atau artinya orang tersebut tak berjiwa pecinta!. Kalau begini? Bersiap-siaplah.., karena hatinya akan menghadapi ketidak nyamanan, kegersangan, atau goncangan, sebab cinta adalah penyeimbang dari semua rasa-rasa yang ada bersemayam di dalam hati, penyeimbang yang akan menghadirkan romantisme di kehidupan. “tak disebut hati bila tak mengalami kerinduan terhadap sesuatu yang lebih baik”, kata Henry Ward Beecher.
Dalam dunia bisnis, perasaan rindu harus sering di pupuk agar selalu hadir dimana saja kita berada. Jangan sampai kecintaan pada yang di bisniskan membuat kita sendiri tidak nyaman, gersang, yang ujungnya adalah rasa malas untuk sekedar menengok pasar misalnya, dan akhirnya kita kehilangan peluang yang mungkin saja itu adalah pintu terakhir dalam menuju sukses!.
Jadi?, tersenyumlah bila kamu punya perasaan rindu, karena ia adalah kekayaan hati yang teramat dahsyat, dan biarkanlah perasaan rindu itu menebar ke ruang hati kamu, dan bila sudah tiba masanya, ledakkanlah kerinduan itu!.
Disela-sela kesibukkanmu, sisakanlah sebahagian waktu untuk menelaah apa yang besok akan kamu jual, berapa yang sudah terjual, berapa sisanya, bagimana kabar majikkanmu, bagimana keadaan langgananmu, apa yang terjadi dengan karyawanmu, dan lain-lainnya, sebagai bukti kecintaanmu pada semuanya dan sebagai wujud dari kerinduan yang sudah sekian lama tertahan.
Dan biarkan kerinduan itu mengalir seolah tak berbatas. Olah saja semampumu, jangan hiraukan omongan orang yang tak berarti, perhatikan atau fokus saja pada bisnis yang sedang kamu kelola.
Simaklah sepenggal surat dari pahlawan kita ini, Bung Tomo. Disela-sela kesibukkannya yang super padat ia masih bisa menyempatkan diri untuk menumpahkan kerinduannya pada sang terkasih ‘sulistina’ walau hanya lewat sepucuk surat, “datanglah, waktuku amat sempit, ada yang ingin aku ceritakan padamu, “atau” aku rindu padamu, tetapi tak punya waktu”. (tarbawi edisi khusus)
Kerinduan, bukanlah sesuatu yang rumit. Semua orang punya kemampuan untuk meng-eksplorasikannya. Ada yang secara langsung blak-blakan dengan kata-kata, ada yang memakai bahasa tubuh dan ada juga yang kemampuannya hanya bisa melalui sepucuk surat.
Yang jelas, apapun bentuknya, bila kerinduan itu hadir menikam perasaanmu..., ledakkanlah.., jangan kau simpan!!.
Sekarang saya berani mengatakan bahwa cinta merupakan kekuatan, kekuatan saat mengarungi perjalanan di dunia yang singkat ini. “di antara bumi dan langit ada cinta. Kalau tak ada cinta maka hancurlah dunia ini”, kata Rumi.
Sesekali kita perlu mengarungi dan merenungi perjalanan cinta supaya tahu seberapa besar cinta itu menggelayut di ruang hati. Karena besar dan kecilnya cinta yang ada pada diri, akan berdampak pada kehidupan terutama dalam meraih sukses. Dan kita juga akan tahu besar kecilnya volume kerinduan kepada apa yang di cintai.
Kenapa kita harus tahu volume rindu?
Karena rindu adalah buah dari cinta itu sendiri, karena rindu adalah sebab akibat yang pasti terjadi jika kita punya rasa cinta!. Andai saja punya rasa cinta tetapi tidak punya rasa rindu, berarti cinta itu bohong atau palsu, atau artinya orang tersebut tak berjiwa pecinta!. Kalau begini? Bersiap-siaplah.., karena hatinya akan menghadapi ketidak nyamanan, kegersangan, atau goncangan, sebab cinta adalah penyeimbang dari semua rasa-rasa yang ada bersemayam di dalam hati, penyeimbang yang akan menghadirkan romantisme di kehidupan. “tak disebut hati bila tak mengalami kerinduan terhadap sesuatu yang lebih baik”, kata Henry Ward Beecher.
Dalam dunia bisnis, perasaan rindu harus sering di pupuk agar selalu hadir dimana saja kita berada. Jangan sampai kecintaan pada yang di bisniskan membuat kita sendiri tidak nyaman, gersang, yang ujungnya adalah rasa malas untuk sekedar menengok pasar misalnya, dan akhirnya kita kehilangan peluang yang mungkin saja itu adalah pintu terakhir dalam menuju sukses!.
Jadi?, tersenyumlah bila kamu punya perasaan rindu, karena ia adalah kekayaan hati yang teramat dahsyat, dan biarkanlah perasaan rindu itu menebar ke ruang hati kamu, dan bila sudah tiba masanya, ledakkanlah kerinduan itu!.
Disela-sela kesibukkanmu, sisakanlah sebahagian waktu untuk menelaah apa yang besok akan kamu jual, berapa yang sudah terjual, berapa sisanya, bagimana kabar majikkanmu, bagimana keadaan langgananmu, apa yang terjadi dengan karyawanmu, dan lain-lainnya, sebagai bukti kecintaanmu pada semuanya dan sebagai wujud dari kerinduan yang sudah sekian lama tertahan.
Dan biarkan kerinduan itu mengalir seolah tak berbatas. Olah saja semampumu, jangan hiraukan omongan orang yang tak berarti, perhatikan atau fokus saja pada bisnis yang sedang kamu kelola.
Simaklah sepenggal surat dari pahlawan kita ini, Bung Tomo. Disela-sela kesibukkannya yang super padat ia masih bisa menyempatkan diri untuk menumpahkan kerinduannya pada sang terkasih ‘sulistina’ walau hanya lewat sepucuk surat, “datanglah, waktuku amat sempit, ada yang ingin aku ceritakan padamu, “atau” aku rindu padamu, tetapi tak punya waktu”. (tarbawi edisi khusus)
Kerinduan, bukanlah sesuatu yang rumit. Semua orang punya kemampuan untuk meng-eksplorasikannya. Ada yang secara langsung blak-blakan dengan kata-kata, ada yang memakai bahasa tubuh dan ada juga yang kemampuannya hanya bisa melalui sepucuk surat.
Yang jelas, apapun bentuknya, bila kerinduan itu hadir menikam perasaanmu..., ledakkanlah.., jangan kau simpan!!.
RINDU
Oleh; Eris Herisno
Seri ke 13
Sekarang saya berani mengatakan bahwa cinta merupakan kekuatan, kekuatan saat mengarungi perjalanan di dunia yang singkat ini. “di antara bumi dan langit ada cinta. Kalau tak ada cinta maka hancurlah dunia ini”, kata Rumi.
Sesekali kita perlu mengarungi dan merenungi perjalanan cinta supaya tahu seberapa besar cinta itu menggelayut di ruang hati. Karena besar dan kecilnya cinta yang ada pada diri, akan berdampak pada kehidupan terutama dalam meraih sukses. Dan kita juga akan tahu besar kecilnya volume kerinduan kepada apa yang di cintai.
Kenapa kita harus tahu volume rindu?
Karena rindu adalah buah dari cinta itu sendiri, karena rindu adalah sebab akibat yang pasti terjadi jika kita punya rasa cinta!. Andai saja punya rasa cinta tetapi tidak punya rasa rindu, berarti cinta itu bohong atau palsu, atau artinya orang tersebut tak berjiwa pecinta!. Kalau begini? Bersiap-siaplah.., karena hatinya akan menghadapi ketidak nyamanan, kegersangan, atau goncangan, sebab cinta adalah penyeimbang dari semua rasa-rasa yang ada bersemayam di dalam hati, penyeimbang yang akan menghadirkan romantisme di kehidupan. “tak disebut hati bila tak mengalami kerinduan terhadap sesuatu yang lebih baik”, kata Henry Ward Beecher.
Dalam dunia bisnis, perasaan rindu harus sering di pupuk agar selalu hadir dimana saja kita berada. Jangan sampai kecintaan pada yang di bisniskan membuat kita sendiri tidak nyaman, gersang, yang ujungnya adalah rasa malas untuk sekedar menengok pasar misalnya, dan akhirnya kita kehilangan peluang yang mungkin saja itu adalah pintu terakhir dalam menuju sukses!.
Jadi?, tersenyumlah bila kamu punya perasaan rindu, karena ia adalah kekayaan hati yang teramat dahsyat, dan biarkanlah perasaan rindu itu menebar ke ruang hati kamu, dan bila sudah tiba masanya, ledakkanlah kerinduan itu!.
Disela-sela kesibukkanmu, sisakanlah sebahagian waktu untuk menelaah apa yang besok akan kamu jual, berapa yang sudah terjual, berapa sisanya, bagimana kabar majikkanmu, bagimana keadaan langgananmu, apa yang terjadi dengan karyawanmu, dan lain-lainnya, sebagai bukti kecintaanmu pada semuanya dan sebagai wujud dari kerinduan yang sudah sekian lama tertahan.
Dan biarkan kerinduan itu mengalir seolah tak berbatas. Olah saja semampumu, jangan hiraukan omongan orang yang tak berarti, perhatikan atau fokus saja pada bisnis yang sedang kamu kelola.
Simaklah sepenggal surat dari pahlawan kita ini, Bung Tomo. Disela-sela kesibukkannya yang super padat ia masih bisa menyempatkan diri untuk menumpahkan kerinduannya pada sang terkasih ‘sulistina’ walau hanya lewat sepucuk surat, “datanglah, waktuku amat sempit, ada yang ingin aku ceritakan padamu, “atau” aku rindu padamu, tetapi tak punya waktu”. (tarbawi edisi khusus)
Kerinduan, bukanlah sesuatu yang rumit. Semua orang punya kemampuan untuk meng-eksplorasikannya. Ada yang secara langsung blak-blakan dengan kata-kata, ada yang memakai bahasa tubuh dan ada juga yang kemampuannya hanya bisa melalui sepucuk surat.
Yang jelas, apapun bentuknya, bila kerinduan itu hadir menikam perasaanmu..., ledakkanlah.., jangan kau simpan!!.
>b:else/>
baca selengkapnya......
Sekarang saya berani mengatakan bahwa cinta merupakan kekuatan, kekuatan saat mengarungi perjalanan di dunia yang singkat ini. “di antara bumi dan langit ada cinta. Kalau tak ada cinta maka hancurlah dunia ini”, kata Rumi.
Sesekali kita perlu mengarungi dan merenungi perjalanan cinta supaya tahu seberapa besar cinta itu menggelayut di ruang hati. Karena besar dan kecilnya cinta yang ada pada diri, akan berdampak pada kehidupan terutama dalam meraih sukses. Dan kita juga akan tahu besar kecilnya volume kerinduan kepada apa yang di cintai.
Kenapa kita harus tahu volume rindu?
Karena rindu adalah buah dari cinta itu sendiri, karena rindu adalah sebab akibat yang pasti terjadi jika kita punya rasa cinta!. Andai saja punya rasa cinta tetapi tidak punya rasa rindu, berarti cinta itu bohong atau palsu, atau artinya orang tersebut tak berjiwa pecinta!. Kalau begini? Bersiap-siaplah.., karena hatinya akan menghadapi ketidak nyamanan, kegersangan, atau goncangan, sebab cinta adalah penyeimbang dari semua rasa-rasa yang ada bersemayam di dalam hati, penyeimbang yang akan menghadirkan romantisme di kehidupan. “tak disebut hati bila tak mengalami kerinduan terhadap sesuatu yang lebih baik”, kata Henry Ward Beecher.
Dalam dunia bisnis, perasaan rindu harus sering di pupuk agar selalu hadir dimana saja kita berada. Jangan sampai kecintaan pada yang di bisniskan membuat kita sendiri tidak nyaman, gersang, yang ujungnya adalah rasa malas untuk sekedar menengok pasar misalnya, dan akhirnya kita kehilangan peluang yang mungkin saja itu adalah pintu terakhir dalam menuju sukses!.
Jadi?, tersenyumlah bila kamu punya perasaan rindu, karena ia adalah kekayaan hati yang teramat dahsyat, dan biarkanlah perasaan rindu itu menebar ke ruang hati kamu, dan bila sudah tiba masanya, ledakkanlah kerinduan itu!.
Disela-sela kesibukkanmu, sisakanlah sebahagian waktu untuk menelaah apa yang besok akan kamu jual, berapa yang sudah terjual, berapa sisanya, bagimana kabar majikkanmu, bagimana keadaan langgananmu, apa yang terjadi dengan karyawanmu, dan lain-lainnya, sebagai bukti kecintaanmu pada semuanya dan sebagai wujud dari kerinduan yang sudah sekian lama tertahan.
Dan biarkan kerinduan itu mengalir seolah tak berbatas. Olah saja semampumu, jangan hiraukan omongan orang yang tak berarti, perhatikan atau fokus saja pada bisnis yang sedang kamu kelola.
Simaklah sepenggal surat dari pahlawan kita ini, Bung Tomo. Disela-sela kesibukkannya yang super padat ia masih bisa menyempatkan diri untuk menumpahkan kerinduannya pada sang terkasih ‘sulistina’ walau hanya lewat sepucuk surat, “datanglah, waktuku amat sempit, ada yang ingin aku ceritakan padamu, “atau” aku rindu padamu, tetapi tak punya waktu”. (tarbawi edisi khusus)
Kerinduan, bukanlah sesuatu yang rumit. Semua orang punya kemampuan untuk meng-eksplorasikannya. Ada yang secara langsung blak-blakan dengan kata-kata, ada yang memakai bahasa tubuh dan ada juga yang kemampuannya hanya bisa melalui sepucuk surat.
Yang jelas, apapun bentuknya, bila kerinduan itu hadir menikam perasaanmu..., ledakkanlah.., jangan kau simpan!!.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar