Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Senin, 30 Juli 2012

11; CNTA


CINTA…
Oleh; eris Herisno
Seri ke 11

“Jeng Lies, aku cinta padamu. Nanti kalau perang sudah usai. Dan… kita akan membuat mahligai. Tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah di atas gunung. Jauuuuh dari keramaian…”.
             Ini bukan puisi. Bukan pula sajak yang sering ditulis oleh para penyair. Tapi ini adalah sepotong surat cinta dari sang pahlawan kita, -Bung Tomo- untuk ‘Sulistina’ yang dikemudian hari menjadi Isterinya.(dikutip dari majalah Tarbawi edisi khusus)
            Ada banyak surat cinta dari para pahlawan yang tak bisa saya ungkap semuanya disini. Tapi ‘inti’  yang perlu kita catat adalah sebuah fakta, bahwa; Cinta bukan hanya milik para penyair seperti Chairil Anwar dengan puisinya yang terkenal ‘Aku’. Bukan pula milik Kahlil Gibran, Sastrawan ulung yang dengan tulisan-tulisan sepektakuler-nya mampu memukau semua manusia di berbagai belahan bumi. Cinta milik semuanya. Termasuk saya dan anda.
            cinta itu anugerah, maka berbahagialah  Kata Doel Sumbang,
             Para pahlawan, politikus, pekerja, penyanyi, Dai, pemimpin, karyawan, dan lain-lain, semua memiliki kalimat yang agung ini. Termasuk juga disini, para pebisnis!!.
            Cobalah simak sepotong puisi karya Maulana Jalaluddin Rumi:

            Cinta adalah lautan tak bertepi
            Langit hanyalah serpihan buih belaka
            Ketahuilah! Langit berputar karena gelombang cinta
            Andai tak ada cinta, dunia ini akan membeku…..

            Kalau saja Napoleon tidak menceraikan isteri yang sangat dicintai, hanya karena ingin ada satu pewaris Kerajaannya, mungkin tak akan ada bencana dan kekalahan. “Kalau cinta sudah dibuang, jangan harap keadilan akan datang” kata Iwan Fals..
            Hari ini”, kata Sidney, “marilah kita tambahkan sedikit cinta”.
            Cinta, tidaklah harus ditujukan pada perempuan, karena cinta, adalah lautan tak bertepi”. Ia ada dimana-mana. Perempuan butuh cinta, pekerjaan juga butuh cinta, dan barang-barang yang kita jual juga membutuhkan cinta.
            Cinta adalah gelombang dahsyat yang merupakan bagian factor pendukung kesuksesan dari perjalanan para pebisnis.
            Kalaulah peran aktif perempuan berperan mensukseskan para pebisnis karena pesonanya, apalagi cinta!, karena cinta adalah jiwanya dari pesona tersebut.
            Apalah artinya perempuan?. Apalah artinya pesona? Kalau tak ada cinta?
            Maka dari itulah, disela-sela keterbatasan waktu, baik para pahlawan ataupun pebisnis selalu memupuk cintanya supaya tetap tumbuh dan berkembang.
            Usia Pernikahannya yang sudah tiga puluh lima tahun tidaklah menjadi kendala untuk memupuk kemesraan Kyai Haji Agus Salim dengan keluarganya walaupun ia berada di Cairo dalam menjalani tugasnya. Begitu juga dengan Budi Utomo. Kecintanya pada sebuah Kemerdekaan, sedikitpun tak menyurutkan langkah perjuangannya. Aku kumpulkan Muda-mudi. Kan-Kudidik mereka menjadi patriot BangsaKatanya.


CINTA…
Oleh; eris Herisno
Seri ke 11

“Jeng Lies, aku cinta padamu. Nanti kalau perang sudah usai. Dan… kita akan membuat mahligai. Tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah di atas gunung. Jauuuuh dari keramaian…”.
             Ini bukan puisi. Bukan pula sajak yang sering ditulis oleh para penyair. Tapi ini adalah sepotong surat cinta dari sang pahlawan kita, -Bung Tomo- untuk ‘Sulistina’ yang dikemudian hari menjadi Isterinya.(dikutip dari majalah Tarbawi edisi khusus)
            Ada banyak surat cinta dari para pahlawan yang tak bisa saya ungkap semuanya disini. Tapi ‘inti’  yang perlu kita catat adalah sebuah fakta, bahwa; Cinta bukan hanya milik para penyair seperti Chairil Anwar dengan puisinya yang terkenal ‘Aku’. Bukan pula milik Kahlil Gibran, Sastrawan ulung yang dengan tulisan-tulisan sepektakuler-nya mampu memukau semua manusia di berbagai belahan bumi. Cinta milik semuanya. Termasuk saya dan anda.
            cinta itu anugerah, maka berbahagialah  Kata Doel Sumbang,
             Para pahlawan, politikus, pekerja, penyanyi, Dai, pemimpin, karyawan, dan lain-lain, semua memiliki kalimat yang agung ini. Termasuk juga disini, para pebisnis!!.
            Cobalah simak sepotong puisi karya Maulana Jalaluddin Rumi:

            Cinta adalah lautan tak bertepi
            Langit hanyalah serpihan buih belaka
            Ketahuilah! Langit berputar karena gelombang cinta
            Andai tak ada cinta, dunia ini akan membeku…..

            Kalau saja Napoleon tidak menceraikan isteri yang sangat dicintai, hanya karena ingin ada satu pewaris Kerajaannya, mungkin tak akan ada bencana dan kekalahan. “Kalau cinta sudah dibuang, jangan harap keadilan akan datang” kata Iwan Fals..
            Hari ini”, kata Sidney, “marilah kita tambahkan sedikit cinta”.
            Cinta, tidaklah harus ditujukan pada perempuan, karena cinta, adalah lautan tak bertepi”. Ia ada dimana-mana. Perempuan butuh cinta, pekerjaan juga butuh cinta, dan barang-barang yang kita jual juga membutuhkan cinta.
            Cinta adalah gelombang dahsyat yang merupakan bagian factor pendukung kesuksesan dari perjalanan para pebisnis.
            Kalaulah peran aktif perempuan berperan mensukseskan para pebisnis karena pesonanya, apalagi cinta!, karena cinta adalah jiwanya dari pesona tersebut.
            Apalah artinya perempuan?. Apalah artinya pesona? Kalau tak ada cinta?
            Maka dari itulah, disela-sela keterbatasan waktu, baik para pahlawan ataupun pebisnis selalu memupuk cintanya supaya tetap tumbuh dan berkembang.
            Usia Pernikahannya yang sudah tiga puluh lima tahun tidaklah menjadi kendala untuk memupuk kemesraan Kyai Haji Agus Salim dengan keluarganya walaupun ia berada di Cairo dalam menjalani tugasnya. Begitu juga dengan Budi Utomo. Kecintanya pada sebuah Kemerdekaan, sedikitpun tak menyurutkan langkah perjuangannya. Aku kumpulkan Muda-mudi. Kan-Kudidik mereka menjadi patriot BangsaKatanya.

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar