MODAL BISNIS
Eris Herisno
Serial BISNIS ke 2
Suatu ketika dalam sebuah obrolan, teman saya
berkata seperti ini,” Bukan tidak mau
berbisnis, tapi saya tidak punya kemampuan”
Di lain waktu, teman saya yang lain juga berkata,”Bisnis apa?. Modal (uang) saja tidak punya.
Bagaimana mau bisnis?”
Kalau dilihat, alasan yang dikemukakan sangatlah sederhana. Tapi
sebenarnya alasan tersebut merupakan kekeliruan yang sangat besar. Sayangnya
alasan tersebut sudah memasyarakat di negeri ini.
Modal untuk memulai bisnis yang paling utama, sebenarnya bukanlah
terletak pada kemampuan, karena kemampuan bisa di latih, melatih diri dan terlatih dengan sendirinya.
-Di latih, artinya sengaja mengasah bakat
yang terpendam, baik dengan mengikuti pelatihan-pelatihan bisnis, seminar, atau
dengan mendatangi orang-orang yang sudah berpengalaman dalam berbisnis. Karena
pada dasarnya semua orang mempunyai bakat yang bisa di olah menjadi bisnis.
-Melatih
diri, artinya sama seperti
halnya di latih, namun disini lebih
cenderung kita di tuntut untuk kreatif, misalnya dengan mencoba memulai bisnis
kecil-kecilan.
-Sedangkan terlatih dengan sendirinya, mempunyai arti bahwa kita secara tidak
sengaja terasah bakat yang terpendam melalui bisnis yang sedang di olah. Tanpa
melalui pelatihan-pelatihan, seminar atau buku-buku. Ia berjalan secara
alamiah. Biasanya hal ini akan berhasil jika kita melaksanakan 3 kunci, yaitu: kesabaran,
kejujuran dan ketekunan. Lambat laun kita akan tau liku-liku bisnis dengan
sendirinya, Baik cara nengolah, memasarkan, ataupun cara mengahadapi kesulitan.
Kemudian, modal bisnis yang paling utama,
juga bukan terletak pada tidak tersedianya modal (Uang), karena modal bisa dicari atau dicarikan.
-Dicari,
artinya kita berusaha mengadakan modal tersebut misalnya melalui pinjaman
kepada bank, teman, saudara atau siapa saja.
-Sedangkan dicarikan, prosesnya melalui orang lain baik itu teman, saudara,
atau siapa saja yang berusaha menolong kita untuk pengadaan modal tersebut.
Lalu, apa modal untuk memulai bisnis yang
paling utama?.
Jawabanya
adalah; Pemahaman, Kemauan yang kuat dan Keberanian!.
Jika
seseorang sudah faham tentang
urgensi bisnis, keuntungan berbisnis, liku-liku bisnis, dan tentang kelebihan
berbisnis daripada pekerjaan yang lain, maka akan lahirlah kemauan yang kuat. Kemauan tidak bisa dipaksakan, karena kemauan
datangnya dari dasar hati kita. Kemauan akan datang ketika kita benar-benar
faham. Lalu setelah itu dengan sendirinya akan
muncul keberanian, berani
menghadapi kesulitan, siap lelah fisik dan pikiran, dan berani menanggung
resiko ketika merugi dalam berbisnis. Jika ketiga hal di atas sudah ada dalam diri seseorang (pemahaman, kemauan yang kuat, keberanian), maka kegagalan apapun
yang di alami, ia tak akan berhenti dari berbisnis. Sebab kegagalan, merugi,
kesulitan, saingan, merupakan jalan yang pasti ada dalam berbisnis. Dan
kesadaran ini terlahir dari pemahaman!.
Suatu ketika teman saya punya modal yang nilainya puluhan juta rupiah,
menurut saya, jika membuka sebuah toko kecil-kecilan, uang tersebut lebih dari
cukup. Tapi teman saya bingung memikirkan bisnis yang akan di olahnya. Mau buka
warung makanan takut enggak laku, basi, terus rugi. Buka konfeksi, belum punya
lobang yang mau menerima, padahal ia punya kemampuan dalam bidang pakaian, ujung-ujungnya
takut rugi juga. Ia sama sekali tidak punya keberanian.
Teman saya yang lain malah sebaliknya. Dengan modal hanya sepuluh ribu
rupiah, Ia coba berdagang Aqua gelas di sebuah terminal, padahal sama sekali
tidak punya kemampuan berdagang. Tapi berkat ketekunan, kesabaran dan keberaniannya yang lahir dari kemauan yang kuat, maka ia terus
bertahan, segala cobaan, tantangan, kesulitan, merugi ia terus hadapi. Dan
sekarang, menurut saya Ia bisa dikatakan sukses, modalnya sudah berlipat
menjadi ratusan ribu rupiah. Kenapa bisa demikian?
Karena
ia faham!!.
Modal memulai bisnis Pemahaman Kemauan
yang kuat Kebereanian-
-Liku-liku
bisnis - -Tidak bisa dipaksa
-Kelebihan
berbisnisKemauan-
-Menanggung resiko
-menghadapi kesulitan
MODAL BISNIS
Eris Herisno
Serial BISNIS ke 2
Suatu ketika dalam sebuah obrolan, teman saya
berkata seperti ini,” Bukan tidak mau
berbisnis, tapi saya tidak punya kemampuan”
Di lain waktu, teman saya yang lain juga berkata,”Bisnis apa?. Modal (uang) saja tidak punya.
Bagaimana mau bisnis?”
Kalau dilihat, alasan yang dikemukakan sangatlah sederhana. Tapi
sebenarnya alasan tersebut merupakan kekeliruan yang sangat besar. Sayangnya
alasan tersebut sudah memasyarakat di negeri ini.
Modal untuk memulai bisnis yang paling utama, sebenarnya bukanlah
terletak pada kemampuan, karena kemampuan bisa di latih, melatih diri dan terlatih dengan sendirinya.
-Di latih, artinya sengaja mengasah bakat
yang terpendam, baik dengan mengikuti pelatihan-pelatihan bisnis, seminar, atau
dengan mendatangi orang-orang yang sudah berpengalaman dalam berbisnis. Karena
pada dasarnya semua orang mempunyai bakat yang bisa di olah menjadi bisnis.
-Melatih
diri, artinya sama seperti
halnya di latih, namun disini lebih
cenderung kita di tuntut untuk kreatif, misalnya dengan mencoba memulai bisnis
kecil-kecilan.
-Sedangkan terlatih dengan sendirinya, mempunyai arti bahwa kita secara tidak
sengaja terasah bakat yang terpendam melalui bisnis yang sedang di olah. Tanpa
melalui pelatihan-pelatihan, seminar atau buku-buku. Ia berjalan secara
alamiah. Biasanya hal ini akan berhasil jika kita melaksanakan 3 kunci, yaitu: kesabaran,
kejujuran dan ketekunan. Lambat laun kita akan tau liku-liku bisnis dengan
sendirinya, Baik cara nengolah, memasarkan, ataupun cara mengahadapi kesulitan.
Kemudian, modal bisnis yang paling utama,
juga bukan terletak pada tidak tersedianya modal (Uang), karena modal bisa dicari atau dicarikan.
-Dicari,
artinya kita berusaha mengadakan modal tersebut misalnya melalui pinjaman
kepada bank, teman, saudara atau siapa saja.
-Sedangkan dicarikan, prosesnya melalui orang lain baik itu teman, saudara,
atau siapa saja yang berusaha menolong kita untuk pengadaan modal tersebut.
Lalu, apa modal untuk memulai bisnis yang
paling utama?.
Jawabanya
adalah; Pemahaman, Kemauan yang kuat dan Keberanian!.
Jika
seseorang sudah faham tentang
urgensi bisnis, keuntungan berbisnis, liku-liku bisnis, dan tentang kelebihan
berbisnis daripada pekerjaan yang lain, maka akan lahirlah kemauan yang kuat. Kemauan tidak bisa dipaksakan, karena kemauan
datangnya dari dasar hati kita. Kemauan akan datang ketika kita benar-benar
faham. Lalu setelah itu dengan sendirinya akan
muncul keberanian, berani
menghadapi kesulitan, siap lelah fisik dan pikiran, dan berani menanggung
resiko ketika merugi dalam berbisnis. Jika ketiga hal di atas sudah ada dalam diri seseorang (pemahaman, kemauan yang kuat, keberanian), maka kegagalan apapun
yang di alami, ia tak akan berhenti dari berbisnis. Sebab kegagalan, merugi,
kesulitan, saingan, merupakan jalan yang pasti ada dalam berbisnis. Dan
kesadaran ini terlahir dari pemahaman!.
Suatu ketika teman saya punya modal yang nilainya puluhan juta rupiah,
menurut saya, jika membuka sebuah toko kecil-kecilan, uang tersebut lebih dari
cukup. Tapi teman saya bingung memikirkan bisnis yang akan di olahnya. Mau buka
warung makanan takut enggak laku, basi, terus rugi. Buka konfeksi, belum punya
lobang yang mau menerima, padahal ia punya kemampuan dalam bidang pakaian, ujung-ujungnya
takut rugi juga. Ia sama sekali tidak punya keberanian.
Teman saya yang lain malah sebaliknya. Dengan modal hanya sepuluh ribu
rupiah, Ia coba berdagang Aqua gelas di sebuah terminal, padahal sama sekali
tidak punya kemampuan berdagang. Tapi berkat ketekunan, kesabaran dan keberaniannya yang lahir dari kemauan yang kuat, maka ia terus
bertahan, segala cobaan, tantangan, kesulitan, merugi ia terus hadapi. Dan
sekarang, menurut saya Ia bisa dikatakan sukses, modalnya sudah berlipat
menjadi ratusan ribu rupiah. Kenapa bisa demikian?
Karena
ia faham!!.
Modal memulai bisnis Pemahaman Kemauan
yang kuat Kebereanian-
-Liku-liku
bisnis - -Tidak bisa dipaksa
-Kelebihan
berbisnisKemauan-
-Menanggung resiko
-menghadapi kesulitan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar