MENJUAL KEPUASAN
Oleh; Eris Herisno
seri ke 17
Biarkanlah cinta mengebu dan mengembara kelangit sepi, dan biarkan juga strategi berjalan diatas rel yang telah di siapkan dengan matang. Biarkan cinta dan strategi berpadu menyatu mengolah bisnismu. Tetapi ada satu hal lagi yang tak boleh di lupakan dan harus kau jual agar cinta dan strategi jitumu tidak berakhir tragis atau menyedihkan!.
Kepuasan...
Ya.., ‘jualah kepuasan’.
Jangan biarkan pelanggan setiamu kabur begitu saja gara-gara hal yang menurutmu sepele padahal sangat berpengaruh besar pada keberlangsungan bisnismu.
Cinta yang di tebar memang luar biasa, strategi sangat meyakinkan, tapi bagaimana kalau pelangganmu tak puas?.
Artinya kau bertepuk sebelah tangan!.
Atau Ia kecewa gara-gara tak mendapat kepuasan!
Jadi, selain kau menjual barang, makanan, jasa, atau apa saja yang menjadi bahan bisnismu, maka jualah juga kepuasan pada pelangganmu, biarkan Ia menikmati semuanya dengan senang hati.
Suatu ketika teman saya masuk ke sebuah warung bakso di daerah Ciamis jawabarat, kemudian setelah selesai makan bakso beliau berkata kepada yang punya warung tersebut, “Bu, kalau Ibu mau, saya punya ‘bumbu’ agar mie bakso Ibu cepat laris”, tentu saja si Ibu-pun menyambutnya dengan semangat,”boleh Pak!, apa bumbunya!”. Si ibu mengira bumbunya adalah mantra atau sesuatu yang berbau mistis. Lalu teman saya berkata lagi “bumbunya adalah ibu harus mengecat warung ini”. Si ibu mengernyitkan dahi “ngecat??”, “ya.., ngecat warung ini.., itulah bumbunya”
Belakangan teman saya bercerita bahwa warung bakso tersebut rasanya sangat enak tapi mempunyai tempat yang sangat menjijikkan, selera makannya hilang seketika gara-gara melihat meja makannya yang dekil.
Jadi, disini bisa kita lihat sebenarnya antara kebersihan dan kepuasan saling keterkaitan, bila kita menjaga kebersihan berarti kita juga memberikan kepuasan, tapi kepuasan ada bukan hanya dari kebersihan saja, banyak sekali celahnya.
Masalahnya kebanyakan para pebisnis hari ini –terutama pedagang makanan- sangat tidak memperhatikan bagaimana agar para pelanggannya terpuaskan, yang Ia pikirkan adalah untung dan untung, tanpa memperhatikan keuntungan berikutnya.
Sebenarnya yang paling penting dalam keberlangsungan bisnis adalah bukan bagaimana agar konsumen membeli dagangannya, tapi bagaimana agar konsumen menjadi pelanggan setianya.
Kalau sekedar menarik konsumen agar membeli dagangannya itu adalah hal yang tidak terlalu berat, saya rasa pebisnis baru-pun bisa melakukannya. Yang paling berat adalah menarik konsumen ke lingkaran bisnisnya supaya Ia menjadi pelanggan tetap, setia. Dan kuncinya adalah ‘ MENJUAL KEPUASAN!”.
Sekarang, cepat puaskan semua konsumenmu, agar Ia kembali dan menjadi pelanggan setiamu!.
Oleh; Eris Herisno
seri ke 17
Biarkanlah cinta mengebu dan mengembara kelangit sepi, dan biarkan juga strategi berjalan diatas rel yang telah di siapkan dengan matang. Biarkan cinta dan strategi berpadu menyatu mengolah bisnismu. Tetapi ada satu hal lagi yang tak boleh di lupakan dan harus kau jual agar cinta dan strategi jitumu tidak berakhir tragis atau menyedihkan!.
Kepuasan...
Ya.., ‘jualah kepuasan’.
Jangan biarkan pelanggan setiamu kabur begitu saja gara-gara hal yang menurutmu sepele padahal sangat berpengaruh besar pada keberlangsungan bisnismu.
Cinta yang di tebar memang luar biasa, strategi sangat meyakinkan, tapi bagaimana kalau pelangganmu tak puas?.
Artinya kau bertepuk sebelah tangan!.
Atau Ia kecewa gara-gara tak mendapat kepuasan!
Jadi, selain kau menjual barang, makanan, jasa, atau apa saja yang menjadi bahan bisnismu, maka jualah juga kepuasan pada pelangganmu, biarkan Ia menikmati semuanya dengan senang hati.
Suatu ketika teman saya masuk ke sebuah warung bakso di daerah Ciamis jawabarat, kemudian setelah selesai makan bakso beliau berkata kepada yang punya warung tersebut, “Bu, kalau Ibu mau, saya punya ‘bumbu’ agar mie bakso Ibu cepat laris”, tentu saja si Ibu-pun menyambutnya dengan semangat,”boleh Pak!, apa bumbunya!”. Si ibu mengira bumbunya adalah mantra atau sesuatu yang berbau mistis. Lalu teman saya berkata lagi “bumbunya adalah ibu harus mengecat warung ini”. Si ibu mengernyitkan dahi “ngecat??”, “ya.., ngecat warung ini.., itulah bumbunya”
Belakangan teman saya bercerita bahwa warung bakso tersebut rasanya sangat enak tapi mempunyai tempat yang sangat menjijikkan, selera makannya hilang seketika gara-gara melihat meja makannya yang dekil.
Jadi, disini bisa kita lihat sebenarnya antara kebersihan dan kepuasan saling keterkaitan, bila kita menjaga kebersihan berarti kita juga memberikan kepuasan, tapi kepuasan ada bukan hanya dari kebersihan saja, banyak sekali celahnya.
Masalahnya kebanyakan para pebisnis hari ini –terutama pedagang makanan- sangat tidak memperhatikan bagaimana agar para pelanggannya terpuaskan, yang Ia pikirkan adalah untung dan untung, tanpa memperhatikan keuntungan berikutnya.
Sebenarnya yang paling penting dalam keberlangsungan bisnis adalah bukan bagaimana agar konsumen membeli dagangannya, tapi bagaimana agar konsumen menjadi pelanggan setianya.
Kalau sekedar menarik konsumen agar membeli dagangannya itu adalah hal yang tidak terlalu berat, saya rasa pebisnis baru-pun bisa melakukannya. Yang paling berat adalah menarik konsumen ke lingkaran bisnisnya supaya Ia menjadi pelanggan tetap, setia. Dan kuncinya adalah ‘ MENJUAL KEPUASAN!”.
Sekarang, cepat puaskan semua konsumenmu, agar Ia kembali dan menjadi pelanggan setiamu!.
MENJUAL KEPUASAN
Oleh; Eris Herisno
seri ke 17
Biarkanlah cinta mengebu dan mengembara kelangit sepi, dan biarkan juga strategi berjalan diatas rel yang telah di siapkan dengan matang. Biarkan cinta dan strategi berpadu menyatu mengolah bisnismu. Tetapi ada satu hal lagi yang tak boleh di lupakan dan harus kau jual agar cinta dan strategi jitumu tidak berakhir tragis atau menyedihkan!.
Kepuasan...
Ya.., ‘jualah kepuasan’.
Jangan biarkan pelanggan setiamu kabur begitu saja gara-gara hal yang menurutmu sepele padahal sangat berpengaruh besar pada keberlangsungan bisnismu.
Cinta yang di tebar memang luar biasa, strategi sangat meyakinkan, tapi bagaimana kalau pelangganmu tak puas?.
Artinya kau bertepuk sebelah tangan!.
Atau Ia kecewa gara-gara tak mendapat kepuasan!
Jadi, selain kau menjual barang, makanan, jasa, atau apa saja yang menjadi bahan bisnismu, maka jualah juga kepuasan pada pelangganmu, biarkan Ia menikmati semuanya dengan senang hati.
Suatu ketika teman saya masuk ke sebuah warung bakso di daerah Ciamis jawabarat, kemudian setelah selesai makan bakso beliau berkata kepada yang punya warung tersebut, “Bu, kalau Ibu mau, saya punya ‘bumbu’ agar mie bakso Ibu cepat laris”, tentu saja si Ibu-pun menyambutnya dengan semangat,”boleh Pak!, apa bumbunya!”. Si ibu mengira bumbunya adalah mantra atau sesuatu yang berbau mistis. Lalu teman saya berkata lagi “bumbunya adalah ibu harus mengecat warung ini”. Si ibu mengernyitkan dahi “ngecat??”, “ya.., ngecat warung ini.., itulah bumbunya”
Belakangan teman saya bercerita bahwa warung bakso tersebut rasanya sangat enak tapi mempunyai tempat yang sangat menjijikkan, selera makannya hilang seketika gara-gara melihat meja makannya yang dekil.
Jadi, disini bisa kita lihat sebenarnya antara kebersihan dan kepuasan saling keterkaitan, bila kita menjaga kebersihan berarti kita juga memberikan kepuasan, tapi kepuasan ada bukan hanya dari kebersihan saja, banyak sekali celahnya.
Masalahnya kebanyakan para pebisnis hari ini –terutama pedagang makanan- sangat tidak memperhatikan bagaimana agar para pelanggannya terpuaskan, yang Ia pikirkan adalah untung dan untung, tanpa memperhatikan keuntungan berikutnya.
Sebenarnya yang paling penting dalam keberlangsungan bisnis adalah bukan bagaimana agar konsumen membeli dagangannya, tapi bagaimana agar konsumen menjadi pelanggan setianya.
Kalau sekedar menarik konsumen agar membeli dagangannya itu adalah hal yang tidak terlalu berat, saya rasa pebisnis baru-pun bisa melakukannya. Yang paling berat adalah menarik konsumen ke lingkaran bisnisnya supaya Ia menjadi pelanggan tetap, setia. Dan kuncinya adalah ‘ MENJUAL KEPUASAN!”.
Sekarang, cepat puaskan semua konsumenmu, agar Ia kembali dan menjadi pelanggan setiamu!.
Oleh; Eris Herisno
seri ke 17
Biarkanlah cinta mengebu dan mengembara kelangit sepi, dan biarkan juga strategi berjalan diatas rel yang telah di siapkan dengan matang. Biarkan cinta dan strategi berpadu menyatu mengolah bisnismu. Tetapi ada satu hal lagi yang tak boleh di lupakan dan harus kau jual agar cinta dan strategi jitumu tidak berakhir tragis atau menyedihkan!.
Kepuasan...
Ya.., ‘jualah kepuasan’.
Jangan biarkan pelanggan setiamu kabur begitu saja gara-gara hal yang menurutmu sepele padahal sangat berpengaruh besar pada keberlangsungan bisnismu.
Cinta yang di tebar memang luar biasa, strategi sangat meyakinkan, tapi bagaimana kalau pelangganmu tak puas?.
Artinya kau bertepuk sebelah tangan!.
Atau Ia kecewa gara-gara tak mendapat kepuasan!
Jadi, selain kau menjual barang, makanan, jasa, atau apa saja yang menjadi bahan bisnismu, maka jualah juga kepuasan pada pelangganmu, biarkan Ia menikmati semuanya dengan senang hati.
Suatu ketika teman saya masuk ke sebuah warung bakso di daerah Ciamis jawabarat, kemudian setelah selesai makan bakso beliau berkata kepada yang punya warung tersebut, “Bu, kalau Ibu mau, saya punya ‘bumbu’ agar mie bakso Ibu cepat laris”, tentu saja si Ibu-pun menyambutnya dengan semangat,”boleh Pak!, apa bumbunya!”. Si ibu mengira bumbunya adalah mantra atau sesuatu yang berbau mistis. Lalu teman saya berkata lagi “bumbunya adalah ibu harus mengecat warung ini”. Si ibu mengernyitkan dahi “ngecat??”, “ya.., ngecat warung ini.., itulah bumbunya”
Belakangan teman saya bercerita bahwa warung bakso tersebut rasanya sangat enak tapi mempunyai tempat yang sangat menjijikkan, selera makannya hilang seketika gara-gara melihat meja makannya yang dekil.
Jadi, disini bisa kita lihat sebenarnya antara kebersihan dan kepuasan saling keterkaitan, bila kita menjaga kebersihan berarti kita juga memberikan kepuasan, tapi kepuasan ada bukan hanya dari kebersihan saja, banyak sekali celahnya.
Masalahnya kebanyakan para pebisnis hari ini –terutama pedagang makanan- sangat tidak memperhatikan bagaimana agar para pelanggannya terpuaskan, yang Ia pikirkan adalah untung dan untung, tanpa memperhatikan keuntungan berikutnya.
Sebenarnya yang paling penting dalam keberlangsungan bisnis adalah bukan bagaimana agar konsumen membeli dagangannya, tapi bagaimana agar konsumen menjadi pelanggan setianya.
Kalau sekedar menarik konsumen agar membeli dagangannya itu adalah hal yang tidak terlalu berat, saya rasa pebisnis baru-pun bisa melakukannya. Yang paling berat adalah menarik konsumen ke lingkaran bisnisnya supaya Ia menjadi pelanggan tetap, setia. Dan kuncinya adalah ‘ MENJUAL KEPUASAN!”.
Sekarang, cepat puaskan semua konsumenmu, agar Ia kembali dan menjadi pelanggan setiamu!.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar