Eris Herisno
Serial BISNIS ke 6
Kita, masih dalam perjalanan. Lengan baju kita masih tersingsing,
sebagai isyarat bahwa kita masih siap bekerja. Kita juga menyadari bahwa lautan
harapan masih jauh di depan, jangankan riak ombak, gemuruhpun tak terdengar.
Hanya kicauan burung yang melintas di atas kepala, seakan berteriak lantang
penuh semangat: majuuu…!, bergerak !, bertindak !.
Seandainya sampai di tepi pantai, kitapun
siap untuk tidak terlena oleh pesonanya, yang dengan segala keindahannya,
kesenangannya, dan pesona-pesona lain yang menggetarkan jiwa.
Sekedar singgah untuk menghempaskan beban
yang menghimpit, boleh saja, bahkan dianjurkan untuk memulihkan kembali energi
kita. Tapi sekali lagi, kita tidak boleh terlena!.
Dalam setiap perjuangan, pasti ada godaan
yang mempesona jiwa. Para Pahlawan misalnya. Anis Matta –dalam bukunya Mencari
Pahlawan Indonesia- menggambarkan bahwa ada trilogi dunia yang kerap menghantui
para Pahlawan: Harta, Tahta dan Perempuan!.
Begitulah perjalanan pahlawan, begitulah
juga perjalanan pebisnis. Godaan, selalu saja tersenyum manis membingkai jiwa.
Bedanya, jika para pahlawan
dihadapkan pada tiga godaan, Sementara
Pebisnis hanya menghadapi dua godaan. Harta dan Perempuan. Sebab jalur tahta
tidak terlalu banyak dilalui oleh para pebisnis, terutama pebisnis
kecil-kecilan dan yang hidupnya pas-pasan. tak ada jalan ke arah sana, jelasnya, syahwat
untuk yang satu ini tak ada dalam tahapan bisnis.
Jika godaan yang paling berat bagi para
pahlawan adalah tahta –seperti yang dikatakan Anis matta dengan mengutip
ungkapan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah,- ”Syahwat yang paling kuat dalam diri manusia
ternyata syahwat kekuasaan”- Maka, godaan apa yang paling berat
dihadapi para pebisnis?
Harta!. Itulah jawabannya!!
Logikanya sangatlah sederhana.
Pertama, karena harta adalah bagian utama
dunia bisnis.
Kedua, karena dengan harta kita bisa
meraih segalanya!. Termasuk meraih perempuan!.
Itulah sebabnya kita sering kali mendengar
para pebisnis yang ingin meraih keuntungan besar dengan menghalalkan segala
cara, menipu, mengurangi timbangan, menimbun, membajak, memalsukan, riba dan
lain sebagainya. Hanya karena harta.
Dan mungkin itulah juga sebabnya kenapa
Allah SWT menurunkan salah satu surat
Al Qur’an secara khusus mengenai hal ini, Al-Muthaffifiin (orang-orang yang
berbuat curang) untuk memperingatkan kita. “Kita hanya seorang manusia, bukan
Tuhan!” Kata Anis Matta.
Godaan bisnis, apapun bentuknya harus
kita hindari. Agar kita selamat dan termasuk orang-orang yang tertulis dalam
kitab ‘Illiyyin.
“Sekali-kali tidak,
Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin.” (QS: 83. 18).
'Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang
yang berbakti.
Eris Herisno
Serial BISNIS ke 6
Kita, masih dalam perjalanan. Lengan baju kita masih tersingsing,
sebagai isyarat bahwa kita masih siap bekerja. Kita juga menyadari bahwa lautan
harapan masih jauh di depan, jangankan riak ombak, gemuruhpun tak terdengar.
Hanya kicauan burung yang melintas di atas kepala, seakan berteriak lantang
penuh semangat: majuuu…!, bergerak !, bertindak !.
Seandainya sampai di tepi pantai, kitapun
siap untuk tidak terlena oleh pesonanya, yang dengan segala keindahannya,
kesenangannya, dan pesona-pesona lain yang menggetarkan jiwa.
Sekedar singgah untuk menghempaskan beban
yang menghimpit, boleh saja, bahkan dianjurkan untuk memulihkan kembali energi
kita. Tapi sekali lagi, kita tidak boleh terlena!.
Dalam setiap perjuangan, pasti ada godaan
yang mempesona jiwa. Para Pahlawan misalnya. Anis Matta –dalam bukunya Mencari
Pahlawan Indonesia- menggambarkan bahwa ada trilogi dunia yang kerap menghantui
para Pahlawan: Harta, Tahta dan Perempuan!.
Begitulah perjalanan pahlawan, begitulah
juga perjalanan pebisnis. Godaan, selalu saja tersenyum manis membingkai jiwa.
Bedanya, jika para pahlawan
dihadapkan pada tiga godaan, Sementara
Pebisnis hanya menghadapi dua godaan. Harta dan Perempuan. Sebab jalur tahta
tidak terlalu banyak dilalui oleh para pebisnis, terutama pebisnis
kecil-kecilan dan yang hidupnya pas-pasan. tak ada jalan ke arah sana, jelasnya, syahwat
untuk yang satu ini tak ada dalam tahapan bisnis.
Jika godaan yang paling berat bagi para
pahlawan adalah tahta –seperti yang dikatakan Anis matta dengan mengutip
ungkapan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah,- ”Syahwat yang paling kuat dalam diri manusia
ternyata syahwat kekuasaan”- Maka, godaan apa yang paling berat
dihadapi para pebisnis?
Harta!. Itulah jawabannya!!
Logikanya sangatlah sederhana.
Pertama, karena harta adalah bagian utama
dunia bisnis.
Kedua, karena dengan harta kita bisa
meraih segalanya!. Termasuk meraih perempuan!.
Itulah sebabnya kita sering kali mendengar
para pebisnis yang ingin meraih keuntungan besar dengan menghalalkan segala
cara, menipu, mengurangi timbangan, menimbun, membajak, memalsukan, riba dan
lain sebagainya. Hanya karena harta.
Dan mungkin itulah juga sebabnya kenapa
Allah SWT menurunkan salah satu surat
Al Qur’an secara khusus mengenai hal ini, Al-Muthaffifiin (orang-orang yang
berbuat curang) untuk memperingatkan kita. “Kita hanya seorang manusia, bukan
Tuhan!” Kata Anis Matta.
Godaan bisnis, apapun bentuknya harus
kita hindari. Agar kita selamat dan termasuk orang-orang yang tertulis dalam
kitab ‘Illiyyin.
“Sekali-kali tidak,
Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin.” (QS: 83. 18).
'Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang
yang berbakti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar