Eris Herisno
Serial BISNIS ke 3
Jika modal untuk memulai bisnis bukan
terletak pada kemampuan dan tidak tersedianya modal (uang), tapi terletak pada
pemahaman, kemauan yang kuat dan keberanian. Maka, apa yang harus kita kerjakan
dahulu ketika akan memulai bisnis?
Jawabannya adalah; Kita harus mengenal
lebih dahulu potensi atau bakat yang kita miliki. “Kenalilah dirimu” kata
Socrates.
Semua orang mempunyai potensi atau bakat
yang tersimpan dalam jiwanya, maka dari itu, mengenal diri sangatlah penting,
karena disitulah muara kepribadian tersimpan, disitulah titik tolak kesuksesan
mengendap. Dengan mengenal diri, kita akan tahu kelebihan dan kekurangan yang
di miliki. Kita juga bisa mengoptimalkan kelebihan-kelebihan, sekaligus
meminimalisir kekurangan-kekurangan.
Cobalah simak kata Mohammad Ali Shomali dalam
bukunya ‘Mengenal Diri’ “Salah satu manfaat dari mengenal diri
adalah memungkinkan seseorang berkenalan akrab dengan kemampuan dan bakat-bakat
pribadinya”.
Saya masih ingat apa yang di katakana oleh
Ustadz Agus Subagio (Guru saya), ketika mengajarkan materi tentang Ma’rifatul
Insan (Mengenal Manusia). Dalam materi tersebut ada satu poin yang mengatakan
bahwa Manusia terdiri dari tiga unsur, yaitu: Hati, Akal dan Jasad. Hati
merupakan tempat keputusan atau kemauan yang bersumber dari keyakinan. Akal
tempat untuk membentuk pengetahuan, sedangkan Jasad untuk beramal.
Maka dari itu gunakanlah Hati kita untuk
memutuskan, meyakinkan potrensi atau bakat yang ada pada diri. Setelah itu
gunakanlah akal kita untuk memprosesnya dan kerjakanlah sesuai dengan kemampuan
(jasad) kita.
Simaklah sepotong puisi karya Henry
Wadsworth Longfellow;
Bukannya pada kebisingan di jalanan riuh
Bukannya
di tengah teriakan dan sorakan orang banyak
Melainkan
pada diri kita sendirilah terdapat kemenangan dan kekalahan
Walaupun proses untuk mengenal diri bukanlah
perkara yang mudah, seperti yang dikatakan Ortimer R. Feinberg, dalam bukunya; 'Psikologi
Yang Efektif Untuk Pemimpin’. ”Untuk dapat mengenal diri, tidaklah
sederhana. Kesukarannya, terutama terletak pada kesungguhan diri kita
masing-masing”. Dengan
‘kesungguhan’- seperti yang dikatakannya-, kita dapat melaksanakannya.
Kesunguhan!.
Dimana tempatnya kesungguhan?. Hati-lah tempatnya!.
Saya percaya, dengan mempelajarinya,
dengan perbaikan-perbaikan kecil, dan dengan perbaikan hari demi hari yang
kontinyu, maka prestasi hebat akan segera kita dapat.
Konsep mengenal diri, sebenarnya sudah berabad-abad
telah di firmankan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran “Sesungguhnya Allah tidak
mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri” (QS. 13: 11).
Maka dari itu segeralah kenali diri kita
masing-masing!.
“Mengubah
keadaan yang ada pada diri!” Kalimat ini mengisyaratkan tentang pengenalan
diri, baik kekurangan, kelebihan, potensi, bakat, watak dan hal-hal lainnya.
Sekarang, marilah kita berhenti sejenak,
marilah kita renungkan tentang apa potensi atau bakat yang kita miliki. Lalu
hitunglah seberapa besar kelebihan dan seberapa besar kekurangannya. Mulailah!!
Potensi atau
bakat Kesungguhan
Mengenal diri ; Kesabaran Hati
Kekurangan atau
kelebihan Ketekunan
Eris Herisno
Serial BISNIS ke 3
Jika modal untuk memulai bisnis bukan
terletak pada kemampuan dan tidak tersedianya modal (uang), tapi terletak pada
pemahaman, kemauan yang kuat dan keberanian. Maka, apa yang harus kita kerjakan
dahulu ketika akan memulai bisnis?
Jawabannya adalah; Kita harus mengenal
lebih dahulu potensi atau bakat yang kita miliki. “Kenalilah dirimu” kata
Socrates.
Semua orang mempunyai potensi atau bakat
yang tersimpan dalam jiwanya, maka dari itu, mengenal diri sangatlah penting,
karena disitulah muara kepribadian tersimpan, disitulah titik tolak kesuksesan
mengendap. Dengan mengenal diri, kita akan tahu kelebihan dan kekurangan yang
di miliki. Kita juga bisa mengoptimalkan kelebihan-kelebihan, sekaligus
meminimalisir kekurangan-kekurangan.
Cobalah simak kata Mohammad Ali Shomali dalam
bukunya ‘Mengenal Diri’ “Salah satu manfaat dari mengenal diri
adalah memungkinkan seseorang berkenalan akrab dengan kemampuan dan bakat-bakat
pribadinya”.
Saya masih ingat apa yang di katakana oleh
Ustadz Agus Subagio (Guru saya), ketika mengajarkan materi tentang Ma’rifatul
Insan (Mengenal Manusia). Dalam materi tersebut ada satu poin yang mengatakan
bahwa Manusia terdiri dari tiga unsur, yaitu: Hati, Akal dan Jasad. Hati
merupakan tempat keputusan atau kemauan yang bersumber dari keyakinan. Akal
tempat untuk membentuk pengetahuan, sedangkan Jasad untuk beramal.
Maka dari itu gunakanlah Hati kita untuk
memutuskan, meyakinkan potrensi atau bakat yang ada pada diri. Setelah itu
gunakanlah akal kita untuk memprosesnya dan kerjakanlah sesuai dengan kemampuan
(jasad) kita.
Simaklah sepotong puisi karya Henry
Wadsworth Longfellow;
Bukannya pada kebisingan di jalanan riuh
Bukannya
di tengah teriakan dan sorakan orang banyak
Melainkan
pada diri kita sendirilah terdapat kemenangan dan kekalahan
Walaupun proses untuk mengenal diri bukanlah
perkara yang mudah, seperti yang dikatakan Ortimer R. Feinberg, dalam bukunya; 'Psikologi
Yang Efektif Untuk Pemimpin’. ”Untuk dapat mengenal diri, tidaklah
sederhana. Kesukarannya, terutama terletak pada kesungguhan diri kita
masing-masing”. Dengan
‘kesungguhan’- seperti yang dikatakannya-, kita dapat melaksanakannya.
Kesunguhan!.
Dimana tempatnya kesungguhan?. Hati-lah tempatnya!.
Saya percaya, dengan mempelajarinya,
dengan perbaikan-perbaikan kecil, dan dengan perbaikan hari demi hari yang
kontinyu, maka prestasi hebat akan segera kita dapat.
Konsep mengenal diri, sebenarnya sudah berabad-abad
telah di firmankan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran “Sesungguhnya Allah tidak
mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri” (QS. 13: 11).
Maka dari itu segeralah kenali diri kita
masing-masing!.
“Mengubah
keadaan yang ada pada diri!” Kalimat ini mengisyaratkan tentang pengenalan
diri, baik kekurangan, kelebihan, potensi, bakat, watak dan hal-hal lainnya.
Sekarang, marilah kita berhenti sejenak,
marilah kita renungkan tentang apa potensi atau bakat yang kita miliki. Lalu
hitunglah seberapa besar kelebihan dan seberapa besar kekurangannya. Mulailah!!
Potensi atau
bakat Kesungguhan
Mengenal diri ; Kesabaran Hati
Kekurangan atau
kelebihan Ketekunan
>b:else/>
baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar