Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Rabu, 25 Juli 2012

3; MEMULAI BISNIS

MEMULAI BISNIS
Eris Herisno
Serial BISNIS  ke 3



  Jika modal untuk memulai bisnis bukan terletak pada kemampuan dan tidak tersedianya modal (uang), tapi terletak pada pemahaman, kemauan yang kuat dan keberanian. Maka, apa yang harus kita kerjakan dahulu ketika akan memulai bisnis?
            Jawabannya adalah; Kita harus mengenal lebih dahulu potensi atau bakat yang kita miliki. “Kenalilah dirimu” kata Socrates.
            Semua orang mempunyai potensi atau bakat yang tersimpan dalam jiwanya, maka dari itu, mengenal diri sangatlah penting, karena disitulah muara kepribadian tersimpan, disitulah titik tolak kesuksesan mengendap. Dengan mengenal diri, kita akan tahu kelebihan dan kekurangan yang di miliki. Kita juga bisa mengoptimalkan kelebihan-kelebihan, sekaligus meminimalisir kekurangan-kekurangan.
Cobalah simak kata Mohammad Ali Shomali dalam bukunya ‘Mengenal Diri’ Salah satu manfaat dari mengenal diri adalah memungkinkan seseorang berkenalan akrab dengan kemampuan dan bakat-bakat pribadinya”.
            Saya masih ingat apa yang di katakana oleh Ustadz Agus Subagio (Guru saya), ketika mengajarkan materi tentang Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia). Dalam materi tersebut ada satu poin yang mengatakan bahwa Manusia terdiri dari tiga unsur, yaitu: Hati, Akal dan Jasad. Hati merupakan tempat keputusan atau kemauan yang bersumber dari keyakinan. Akal tempat untuk membentuk pengetahuan, sedangkan Jasad untuk beramal.
            Maka dari itu gunakanlah Hati kita untuk memutuskan, meyakinkan potrensi atau bakat yang ada pada diri. Setelah itu gunakanlah akal kita untuk memprosesnya dan kerjakanlah sesuai dengan kemampuan (jasad) kita.
            Simaklah sepotong puisi karya Henry Wadsworth Longfellow;

            Bukannya pada kebisingan di jalanan riuh
            Bukannya di tengah teriakan dan sorakan orang banyak
            Melainkan pada diri kita sendirilah terdapat kemenangan dan kekalahan

             Walaupun proses untuk mengenal diri bukanlah perkara yang mudah, seperti yang dikatakan Ortimer R. Feinberg, dalam bukunya; 'Psikologi Yang Efektif Untuk Pemimpin’. ”Untuk dapat mengenal diri, tidaklah sederhana. Kesukarannya, terutama terletak pada kesungguhan diri kita masing-masing”. Dengan ‘kesungguhan’- seperti yang dikatakannya-, kita dapat melaksanakannya.
            Kesunguhan!. Dimana tempatnya kesungguhan?. Hati-lah tempatnya!.
            Saya percaya, dengan mempelajarinya, dengan perbaikan-perbaikan kecil, dan dengan perbaikan hari demi hari yang kontinyu, maka prestasi hebat akan segera kita dapat.
             Konsep mengenal diri, sebenarnya sudah berabad-abad telah di firmankan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri(QS. 13: 11).
            Maka dari itu segeralah kenali diri kita masing-masing!.
            “Mengubah keadaan yang ada pada diri!” Kalimat ini mengisyaratkan tentang pengenalan diri, baik kekurangan, kelebihan, potensi, bakat, watak dan hal-hal lainnya.
Sekarang, marilah kita berhenti sejenak, marilah kita renungkan tentang apa potensi atau bakat yang kita miliki. Lalu hitunglah seberapa besar kelebihan dan seberapa besar kekurangannya. Mulailah!!


                            Potensi atau bakat                   Kesungguhan
Mengenal diri ;                                                    Kesabaran                 Hati  
                            Kekurangan atau kelebihan     Ketekunan

MEMULAI BISNIS
Eris Herisno
Serial BISNIS  ke 3



  Jika modal untuk memulai bisnis bukan terletak pada kemampuan dan tidak tersedianya modal (uang), tapi terletak pada pemahaman, kemauan yang kuat dan keberanian. Maka, apa yang harus kita kerjakan dahulu ketika akan memulai bisnis?
            Jawabannya adalah; Kita harus mengenal lebih dahulu potensi atau bakat yang kita miliki. “Kenalilah dirimu” kata Socrates.
            Semua orang mempunyai potensi atau bakat yang tersimpan dalam jiwanya, maka dari itu, mengenal diri sangatlah penting, karena disitulah muara kepribadian tersimpan, disitulah titik tolak kesuksesan mengendap. Dengan mengenal diri, kita akan tahu kelebihan dan kekurangan yang di miliki. Kita juga bisa mengoptimalkan kelebihan-kelebihan, sekaligus meminimalisir kekurangan-kekurangan.
Cobalah simak kata Mohammad Ali Shomali dalam bukunya ‘Mengenal Diri’ Salah satu manfaat dari mengenal diri adalah memungkinkan seseorang berkenalan akrab dengan kemampuan dan bakat-bakat pribadinya”.
            Saya masih ingat apa yang di katakana oleh Ustadz Agus Subagio (Guru saya), ketika mengajarkan materi tentang Ma’rifatul Insan (Mengenal Manusia). Dalam materi tersebut ada satu poin yang mengatakan bahwa Manusia terdiri dari tiga unsur, yaitu: Hati, Akal dan Jasad. Hati merupakan tempat keputusan atau kemauan yang bersumber dari keyakinan. Akal tempat untuk membentuk pengetahuan, sedangkan Jasad untuk beramal.
            Maka dari itu gunakanlah Hati kita untuk memutuskan, meyakinkan potrensi atau bakat yang ada pada diri. Setelah itu gunakanlah akal kita untuk memprosesnya dan kerjakanlah sesuai dengan kemampuan (jasad) kita.
            Simaklah sepotong puisi karya Henry Wadsworth Longfellow;

            Bukannya pada kebisingan di jalanan riuh
            Bukannya di tengah teriakan dan sorakan orang banyak
            Melainkan pada diri kita sendirilah terdapat kemenangan dan kekalahan

             Walaupun proses untuk mengenal diri bukanlah perkara yang mudah, seperti yang dikatakan Ortimer R. Feinberg, dalam bukunya; 'Psikologi Yang Efektif Untuk Pemimpin’. ”Untuk dapat mengenal diri, tidaklah sederhana. Kesukarannya, terutama terletak pada kesungguhan diri kita masing-masing”. Dengan ‘kesungguhan’- seperti yang dikatakannya-, kita dapat melaksanakannya.
            Kesunguhan!. Dimana tempatnya kesungguhan?. Hati-lah tempatnya!.
            Saya percaya, dengan mempelajarinya, dengan perbaikan-perbaikan kecil, dan dengan perbaikan hari demi hari yang kontinyu, maka prestasi hebat akan segera kita dapat.
             Konsep mengenal diri, sebenarnya sudah berabad-abad telah di firmankan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri(QS. 13: 11).
            Maka dari itu segeralah kenali diri kita masing-masing!.
            “Mengubah keadaan yang ada pada diri!” Kalimat ini mengisyaratkan tentang pengenalan diri, baik kekurangan, kelebihan, potensi, bakat, watak dan hal-hal lainnya.
Sekarang, marilah kita berhenti sejenak, marilah kita renungkan tentang apa potensi atau bakat yang kita miliki. Lalu hitunglah seberapa besar kelebihan dan seberapa besar kekurangannya. Mulailah!!


                            Potensi atau bakat                   Kesungguhan
Mengenal diri ;                                                    Kesabaran                 Hati  
                            Kekurangan atau kelebihan     Ketekunan

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar