Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Rabu, 25 Juli 2012

1; SEJARAH BISNIS


SEJARAH BISNIS
(Oleh; eris Herisno)
Serial BISNIS  ke 1



        Tak ada jawaban yang akurat tentang kapan awal mulanya peraktek bisnis ini muncul. Dari sekian banyak buku, kebanyakan menerangkan praktek bisnis di jaman purba, seolah-olah pada jaman inilah praktek bisnis dimulai.
Seperti yang dikatakan Syamsul Yakin, MA dalam bukunya ‘Etika Bisnis Pribadi Berdzikir’ beliau mengatakan bahwa; di jaman purba, hubungan dari satu kampung ke kampung yang lain boleh dikatakan tidak ada, alasannya karena kebutuhan manusia saat itu sangatlah sederhana, dimana semua kebutuhan dikumpulkan dikampungnya masing-masing, yang laki-laki berladang, menangkap ikan, sedangkan yang perempuan mengerjakan urusan rumah tangga.
             Namun kemudian kebutuhan barupun muncul, yaitu dimana kampung yang satu membutuhkan sesuatu yang ada di kampung lain, begitu juga sebaliknya. Lalu terjadilah praktek tukar menukar barang, yang selanjutnya menjadi kebiasaan yang dikemudian hari kita sebut sebagai praktek perdagangan atau praktek bisnis.
            Sekarang kita hidup di era millenium atau ‘era bisnis’, saya katakan demikian karena memang hampir semua kebutuhan melalui prtaktek ini. Buang air kecil ada bisnisnya, buang sampah ada bisnisnya, yang terkait dengan informasi, komunikasi, jasa,  semua ada bisnisnya.
            Sayangnya, disaat hampir semua kebutuhan melalui praktek bisnis, sebagian besar orang malah hidup di dalam lingkaran “yang dibisniskan”, bukan hidup sebagai “pelaku bisnis”.
 Apa penyebabnya?
 Jawabannya sangat sederhana: karena sejak kecil kita tak pernah diajarkan tentang bisnis, begitu juga ketika kita masuk SD, lalu SLTP, SMU, kita tak pernah mendapat pelajaran tentang bagaimana mendapatkan uang atau pelajaran bagaimana berbisnis. Seolah-olah bisnis hanyalah untuk orang dewasa atau orang yang sudah berkeluarga.
Begitu juga ketika kuliah, pelajaran bisnis bisa dikatakan hampir tidak ada. Kecuali kalau kita mengambil jurusan yang berkaitan dengannya, jurusan ekonomi misalnya.
Padahal, uang adalah merupakan salah satu tonggak penyebab sejahteranya sebuah negara. Uang juga merupakan sebuah ukuran kesuksesan oleh sebagian besar masyarakat kita hari ini. Dan, ia juga merupakan salah satu alat yang bisa mengantarkan kita untuk menunaikan rukun islam yang ke lima. Ibadah Haji.
Cobalah anda perhatikan ayat-ayat Al-Qur’an tentang jihad, semuanya menjelaskan bagaimana uang sangat berperan dalam hal ini. Latihan berperang, membeli peralatan perang, menjaga kesehatan fisik, membekali keluarga di rumah, semuanya membutuhkan alat yang satu ini.Uang!.
Dan pada bisnislah sebagian besar uang berputar, seperti yang di katakan Ibnu Khaldun,”sebagian besar harta berputar pada titik-titik tertentu dimana kebutuhan sebagian besar manusia berada disitu”, dan itulah bisnis!.


SEJARAH BISNIS
(Oleh; eris Herisno)
Serial BISNIS  ke 1



        Tak ada jawaban yang akurat tentang kapan awal mulanya peraktek bisnis ini muncul. Dari sekian banyak buku, kebanyakan menerangkan praktek bisnis di jaman purba, seolah-olah pada jaman inilah praktek bisnis dimulai.
Seperti yang dikatakan Syamsul Yakin, MA dalam bukunya ‘Etika Bisnis Pribadi Berdzikir’ beliau mengatakan bahwa; di jaman purba, hubungan dari satu kampung ke kampung yang lain boleh dikatakan tidak ada, alasannya karena kebutuhan manusia saat itu sangatlah sederhana, dimana semua kebutuhan dikumpulkan dikampungnya masing-masing, yang laki-laki berladang, menangkap ikan, sedangkan yang perempuan mengerjakan urusan rumah tangga.
             Namun kemudian kebutuhan barupun muncul, yaitu dimana kampung yang satu membutuhkan sesuatu yang ada di kampung lain, begitu juga sebaliknya. Lalu terjadilah praktek tukar menukar barang, yang selanjutnya menjadi kebiasaan yang dikemudian hari kita sebut sebagai praktek perdagangan atau praktek bisnis.
            Sekarang kita hidup di era millenium atau ‘era bisnis’, saya katakan demikian karena memang hampir semua kebutuhan melalui prtaktek ini. Buang air kecil ada bisnisnya, buang sampah ada bisnisnya, yang terkait dengan informasi, komunikasi, jasa,  semua ada bisnisnya.
            Sayangnya, disaat hampir semua kebutuhan melalui praktek bisnis, sebagian besar orang malah hidup di dalam lingkaran “yang dibisniskan”, bukan hidup sebagai “pelaku bisnis”.
 Apa penyebabnya?
 Jawabannya sangat sederhana: karena sejak kecil kita tak pernah diajarkan tentang bisnis, begitu juga ketika kita masuk SD, lalu SLTP, SMU, kita tak pernah mendapat pelajaran tentang bagaimana mendapatkan uang atau pelajaran bagaimana berbisnis. Seolah-olah bisnis hanyalah untuk orang dewasa atau orang yang sudah berkeluarga.
Begitu juga ketika kuliah, pelajaran bisnis bisa dikatakan hampir tidak ada. Kecuali kalau kita mengambil jurusan yang berkaitan dengannya, jurusan ekonomi misalnya.
Padahal, uang adalah merupakan salah satu tonggak penyebab sejahteranya sebuah negara. Uang juga merupakan sebuah ukuran kesuksesan oleh sebagian besar masyarakat kita hari ini. Dan, ia juga merupakan salah satu alat yang bisa mengantarkan kita untuk menunaikan rukun islam yang ke lima. Ibadah Haji.
Cobalah anda perhatikan ayat-ayat Al-Qur’an tentang jihad, semuanya menjelaskan bagaimana uang sangat berperan dalam hal ini. Latihan berperang, membeli peralatan perang, menjaga kesehatan fisik, membekali keluarga di rumah, semuanya membutuhkan alat yang satu ini.Uang!.
Dan pada bisnislah sebagian besar uang berputar, seperti yang di katakan Ibnu Khaldun,”sebagian besar harta berputar pada titik-titik tertentu dimana kebutuhan sebagian besar manusia berada disitu”, dan itulah bisnis!.

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar