
SEJARAH BISNIS
(Oleh; eris Herisno)
Serial BISNIS ke 1
Tak ada jawaban yang akurat tentang kapan awal
mulanya peraktek bisnis ini muncul. Dari sekian banyak buku, kebanyakan
menerangkan praktek bisnis di jaman purba, seolah-olah pada jaman inilah praktek
bisnis dimulai.
Seperti yang dikatakan Syamsul Yakin, MA dalam
bukunya ‘Etika Bisnis Pribadi Berdzikir’ beliau mengatakan bahwa; di jaman
purba, hubungan dari satu kampung ke kampung yang lain boleh dikatakan tidak
ada, alasannya karena kebutuhan manusia saat itu sangatlah sederhana, dimana
semua kebutuhan dikumpulkan dikampungnya masing-masing, yang laki-laki
berladang, menangkap ikan, sedangkan yang perempuan mengerjakan urusan rumah
tangga.
Namun kemudian kebutuhan barupun muncul, yaitu
dimana kampung yang
satu membutuhkan sesuatu yang ada di kampung lain, begitu juga sebaliknya. Lalu
terjadilah praktek tukar menukar barang, yang selanjutnya menjadi kebiasaan
yang dikemudian hari kita sebut sebagai praktek perdagangan atau praktek bisnis.
Sekarang
kita hidup di era millenium atau ‘era bisnis’, saya katakan demikian karena
memang hampir semua kebutuhan melalui prtaktek ini. Buang air kecil ada
bisnisnya, buang sampah ada bisnisnya, yang terkait dengan informasi,
komunikasi, jasa, semua ada bisnisnya.
Sayangnya,
disaat hampir semua kebutuhan melalui praktek bisnis, sebagian besar orang
malah hidup di dalam lingkaran “yang dibisniskan”, bukan hidup sebagai “pelaku bisnis”.
Apa penyebabnya?
Jawabannya sangat sederhana: karena sejak kecil
kita tak pernah diajarkan tentang bisnis, begitu juga ketika kita masuk SD, lalu SLTP, SMU, kita tak
pernah mendapat pelajaran tentang bagaimana mendapatkan uang atau pelajaran bagaimana
berbisnis. Seolah-olah bisnis hanyalah untuk orang dewasa atau orang yang sudah
berkeluarga.
Begitu juga ketika
kuliah, pelajaran bisnis bisa dikatakan hampir tidak ada. Kecuali kalau kita
mengambil jurusan yang berkaitan dengannya, jurusan ekonomi misalnya.
Padahal, uang adalah
merupakan salah satu tonggak penyebab sejahteranya sebuah negara. Uang juga
merupakan sebuah ukuran kesuksesan oleh sebagian besar masyarakat kita hari
ini. Dan, ia juga merupakan salah satu alat yang bisa mengantarkan kita untuk
menunaikan rukun islam yang ke lima.
Ibadah Haji.
Cobalah anda perhatikan
ayat-ayat Al-Qur’an tentang jihad, semuanya menjelaskan bagaimana uang sangat
berperan dalam hal ini. Latihan berperang, membeli peralatan perang, menjaga
kesehatan fisik, membekali keluarga di rumah, semuanya membutuhkan alat yang
satu ini.Uang!.
Dan pada bisnislah
sebagian besar uang berputar, seperti yang di katakan Ibnu Khaldun,”sebagian
besar harta berputar pada titik-titik tertentu dimana kebutuhan sebagian besar
manusia berada disitu”, dan itulah bisnis!.
SEJARAH BISNIS
(Oleh; eris Herisno)
Serial BISNIS ke 1
Tak ada jawaban yang akurat tentang kapan awal
mulanya peraktek bisnis ini muncul. Dari sekian banyak buku, kebanyakan
menerangkan praktek bisnis di jaman purba, seolah-olah pada jaman inilah praktek
bisnis dimulai.
Seperti yang dikatakan Syamsul Yakin, MA dalam
bukunya ‘Etika Bisnis Pribadi Berdzikir’ beliau mengatakan bahwa; di jaman
purba, hubungan dari satu kampung ke kampung yang lain boleh dikatakan tidak
ada, alasannya karena kebutuhan manusia saat itu sangatlah sederhana, dimana
semua kebutuhan dikumpulkan dikampungnya masing-masing, yang laki-laki
berladang, menangkap ikan, sedangkan yang perempuan mengerjakan urusan rumah
tangga.
Namun kemudian kebutuhan barupun muncul, yaitu
dimana kampung yang
satu membutuhkan sesuatu yang ada di kampung lain, begitu juga sebaliknya. Lalu
terjadilah praktek tukar menukar barang, yang selanjutnya menjadi kebiasaan
yang dikemudian hari kita sebut sebagai praktek perdagangan atau praktek bisnis.
Sekarang
kita hidup di era millenium atau ‘era bisnis’, saya katakan demikian karena
memang hampir semua kebutuhan melalui prtaktek ini. Buang air kecil ada
bisnisnya, buang sampah ada bisnisnya, yang terkait dengan informasi,
komunikasi, jasa, semua ada bisnisnya.
Sayangnya,
disaat hampir semua kebutuhan melalui praktek bisnis, sebagian besar orang
malah hidup di dalam lingkaran “yang dibisniskan”, bukan hidup sebagai “pelaku bisnis”.
Apa penyebabnya?
Jawabannya sangat sederhana: karena sejak kecil
kita tak pernah diajarkan tentang bisnis, begitu juga ketika kita masuk SD, lalu SLTP, SMU, kita tak
pernah mendapat pelajaran tentang bagaimana mendapatkan uang atau pelajaran bagaimana
berbisnis. Seolah-olah bisnis hanyalah untuk orang dewasa atau orang yang sudah
berkeluarga.
Begitu juga ketika
kuliah, pelajaran bisnis bisa dikatakan hampir tidak ada. Kecuali kalau kita
mengambil jurusan yang berkaitan dengannya, jurusan ekonomi misalnya.
Padahal, uang adalah
merupakan salah satu tonggak penyebab sejahteranya sebuah negara. Uang juga
merupakan sebuah ukuran kesuksesan oleh sebagian besar masyarakat kita hari
ini. Dan, ia juga merupakan salah satu alat yang bisa mengantarkan kita untuk
menunaikan rukun islam yang ke lima.
Ibadah Haji.
Cobalah anda perhatikan
ayat-ayat Al-Qur’an tentang jihad, semuanya menjelaskan bagaimana uang sangat
berperan dalam hal ini. Latihan berperang, membeli peralatan perang, menjaga
kesehatan fisik, membekali keluarga di rumah, semuanya membutuhkan alat yang
satu ini.Uang!.
Dan pada bisnislah
sebagian besar uang berputar, seperti yang di katakan Ibnu Khaldun,”sebagian
besar harta berputar pada titik-titik tertentu dimana kebutuhan sebagian besar
manusia berada disitu”, dan itulah bisnis!.
>b:else/>
baca selengkapnya......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar