Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Sabtu, 08 September 2012

21; KEMUAN YANG KUAT


KEMAUAN YANG KUAT
Oleh; Eris Herisno
Serial ke 21





            Mungkin sebagian dari kita tak akan percaya, kalau kemauan yang kuat selain menjadi salah satu modal utama untuk memulai bisnis, ternyata ia juga merupakan penyeimbang rasa kahawatir dan menjadi penawar yang efektif.  
            Kekhawatiran lahir dari ke tidak seimbangan mental kita, dimana posisi emosional negatif lebih mendominasi ruang batin dan pikiran. Bahkan bisa dikatakan bahwa khawatir adalah sebagian dari wujud ke tidak berdayaan, yang mana biasanya di barengi dengan ekspresi. “Khawatir adalah sikap merasa tidak berdaya terhadap sesuatu yang dipandang lebih kuasa dan disertai perasaan terancam”, kata Abu Ahmadi dalam bukunya ‘Psikologi umum’.
            Jika kekhawatiran lahir dari ke tidak seimbangan mental, maka kemauan lahir dari kesadaran yang berdasarkan pertimbangan pikiran dan perasaan sehingga menimbulkan perbuatan yang terarah untuk tercapainya tujuan yang berhubungan dengan kebutuhan. “Kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan, di dasarkan pada pertimbangan akal, pikiran dan perasaan yang menentukan benar salahnya, baik buruknya atau halus tidaknya  perbuatan”, kata Abu Ahmadi lagi.
            Tetapi bukan berarti orang yang punya kemauan, kemudian ia terbebas begitu saja dari rasa khawatir, karena rasa khawatir bisa muncul menjadi batu sandungan  dan bisa muncul di tengah-tengah proses kemauan sedang berjalan. Dan biasanya, disaat-saat seperti inilah perasaan khaawatir menjalar dan membelenggu perasaan.
            Jadi, kemauan bukanlah merupakan vaksin pembunuh virus bernama ‘khawatir’ hingga hilang total dari jiwa kita. Tetapi ia hanyalah penawar atau penyeimbang yang mempertahankan kesetabilan jiwa.
            Sekarang kita sadar, tentang pentingnya peran kemauan yang mampu menstabilkan jiwa, dan yang mampu mengendalikan emosi hingga tujuan batin dan pikiran kita lebih terarah.
            Contoh ringannya adalah seperti ini :
            Jika kita menginginkan sesuatu, maka kekhawatiran akan muncul, bisa di awal bisa juga di tengah-tengah proses ke inginan (kemauan) sedang berjalan, yang jelas ia tidak akan muncul di akhir. Jika kemauan kita kuat maka kekhawatiran akan terpinggirkan, bukan hilang!, ia tetap ada, tapi perannya terhimpit oleh kemauan yang begitu kuat. Tetapi jika kemauan kita lemah, maka kekhawatiran akan merajai jiwa, ia akan meng-komando seluruh energi pisik dan pikiran, hingga kita terperosok jatuh ke lembah yang bernama ‘kegagalan!!’.
            Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kemauan yang kuat tersebut bisa muncul dalam diri kita?
            Jawabannya adalah; Karena adanya alasan!. “Tanpa alasan tertentu orang tidak akan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh,  dan kalaupun jadi berbuat, kemungkinan besar perbuatannya tidak menentu arahnya”, kata Meuman.
            Tetapi, apa yang membuat munculnya alasan??.
            Di awal tulisan ini (dalam judul: Modal Bisnis) saya sudah menjawabnya. Yaitu; adanya pemahaman. Karena dengan paham, kita bisa mengurai masalah hingga melahirkan alasan, alasan untuk berbuat dan alasan yang mampu mengurai kebimbangan, yang kesemuanya disebabkan karena kita paham!!.
           
           

20; KEKHAWATIRAN


KEKHAWATIRAN
Oleh; Eris Herisno
(Serial ke 20)




            Sehebat apapun keberanian kita, sekuat apapun ketahanan fisik kita, sebagus apapun strategi yang di terapkan, cinta, senyuman, inovasi, dan setangguh apapun mental bisnis kita, bukan berarti kita jernih dari kekurangan-kekurangan. Kita adalah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan.
            Salah satu  kekurangan yang pasti ada dalam setiap jiwa manusia adalah memiliki perasaan khawatir.
            Apa itu khawatir?
            “Khawatir adalah sikap merasa tidak berdaya terhadap sesuatu yang dipandang lebih kuasa dan disertai perasaan terancam”, kata Abu Ahmadi dalam bukunya ‘Psikologi Umum’. Artinya, khawatir adalah sikap yang lumrah bahkan bisa dikatakan wajar secara psikologis.
            Namun, kita tak boleh membiarkan kekhawatiran tersebut merajai jiwa sehingga mengendalikan semua energi fisik dan pikiran. Jika hal ini terjadi?. Bersiap-siaplah menghadapi kelelahan pisik dan otak kita, karena ia (Kekhawatiran) akan menjadi pembunuh imajinasi yang ada dalam ruang daya cipta kita. Dan juga, Jangan harap fisik kita akan  bekerja optimal!!.
            Bukanlah kerja yang membunuh manusia, melainkan rasa khawatir”, Kata Henry Ward Beecher.
            Suatu ketika dalam sebuah perenungan, saya menemukan sebuah jawaban tentang efek dari kekhawatiran. Dan sekarang saya percaya bahwa; Kekhawatiran akan menjadi ulat yang merusak daya cipta, jika kita larut terus menerus kedalamnya. Tapi ia juga akan menjadi energi, bahkan akan melahirkan sumber inspirasi kalau kita mengendalikannya dan menyerahkan persoalan yang kita khawatirkan tersebut pada Allah SWT.
            Cobalah anda baca, apa penyebab lahirnya buku ‘Mencari Pahlawan Indonesia, karya Anis Matta??’. Salah satu jawabannya adalah Kerisauan! atau kekhawatiran yang di ubah menjadi sebuah energi!. Anis sangat risau atau khawatir terhadap krisis besar yang melanda negeri ini.Kita justru mengalami kelangkaan pahlawan”, Dan ini merupakan, “isyarat kematian sebuah bangsa”. Katanya.
             Dalam banyak kasus, sebagian besar masalah yang dikhawatirkan tidak pernah terjadi. Ia hanyalah sebuah perasaan yang kalau kita larut, kita akan tersiksa dan menderita olehnya. “Khawatir itu sebenarnya energi yang salah arah”, kata penulis buku  ‘366 Esai’, Sidney Newton Bremer, Ph.D.
            Dalam menjalani kehidupan, suatu saat kita pasti dihantam badai. Yang kita lakukan bukanlah lari lalu sembunyi, karena ia bagian dari taqdir yang pasti ada dan harus kita hadapi. Sebab, hanya dibalik badai itulah kesuksesan berada. Kalau kita lari, berarti kita meninggalkan kesuksesan terserbut, sedangkan badai….?, ia akan tetap ada, terus ada, dan mengikuti kita!!.
            Ketika badai menghantam, kekhawatiran akan muncul. Kita khawatir pada diri, kita khawatir pada keluarga, anak, istri, harta, kebun, pekerjaan, dan termasuk juga pada bisnis!. Bahkan di dalam bisnis, rasa khawatir seperti sekeping mata uang yang sulit di pisahkan. Baik bisnis jasa, barang, atau obat-obatan, dll.
            Namun sekali lagi, kita tak boleh larut atau terlena olehnya.
            Apa yang kita khawatirkan biasanya belum jelas, namun sekali lagi kita tak boleh terlena, karena ia akan menjadi duri yang menghambat perjalanan panjang kita. Wallahu ‘alam. ***