KEMAUAN YANG
KUAT
Oleh; Eris Herisno
Serial ke 21
Mungkin sebagian dari kita tak akan
percaya, kalau kemauan yang kuat selain menjadi salah satu modal utama untuk
memulai bisnis, ternyata ia juga merupakan penyeimbang rasa kahawatir dan
menjadi penawar yang efektif.
Kekhawatiran lahir dari ke tidak
seimbangan mental kita, dimana posisi emosional negatif lebih mendominasi ruang
batin dan pikiran. Bahkan bisa dikatakan bahwa khawatir adalah sebagian dari
wujud ke tidak berdayaan, yang mana biasanya di barengi dengan ekspresi. “Khawatir
adalah sikap merasa tidak berdaya terhadap sesuatu yang dipandang lebih kuasa
dan disertai perasaan terancam”, kata Abu Ahmadi dalam bukunya
‘Psikologi umum’.
Jika kekhawatiran lahir dari ke tidak
seimbangan mental, maka kemauan lahir dari kesadaran yang berdasarkan
pertimbangan pikiran dan perasaan sehingga menimbulkan perbuatan yang terarah
untuk tercapainya tujuan yang berhubungan dengan kebutuhan. “Kemauan
sebagai pendorong timbulnya perbuatan, di dasarkan pada pertimbangan akal, pikiran
dan perasaan yang menentukan benar salahnya, baik buruknya atau halus tidaknya perbuatan”, kata Abu Ahmadi lagi.
Tetapi bukan berarti orang yang punya
kemauan, kemudian ia terbebas begitu saja dari rasa khawatir, karena rasa
khawatir bisa muncul menjadi batu sandungan
dan bisa muncul di tengah-tengah proses kemauan sedang berjalan. Dan biasanya,
disaat-saat seperti inilah perasaan khaawatir menjalar dan membelenggu
perasaan.
Jadi, kemauan bukanlah merupakan vaksin
pembunuh virus bernama ‘khawatir’ hingga hilang total dari jiwa kita. Tetapi ia
hanyalah penawar atau penyeimbang yang mempertahankan kesetabilan jiwa.
Sekarang kita sadar, tentang pentingnya peran
kemauan yang mampu menstabilkan jiwa, dan yang mampu mengendalikan emosi hingga
tujuan batin dan pikiran kita lebih terarah.
Contoh ringannya adalah seperti ini :
Jika kita menginginkan sesuatu, maka
kekhawatiran akan muncul, bisa di awal bisa juga di tengah-tengah proses ke inginan
(kemauan) sedang berjalan, yang jelas ia tidak akan muncul di akhir. Jika
kemauan kita kuat maka kekhawatiran akan terpinggirkan, bukan hilang!, ia tetap
ada, tapi perannya terhimpit oleh kemauan yang begitu kuat. Tetapi jika kemauan
kita lemah, maka kekhawatiran akan merajai jiwa, ia akan meng-komando seluruh
energi pisik dan pikiran, hingga kita terperosok jatuh ke lembah yang bernama
‘kegagalan!!’.
Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana
kemauan yang kuat tersebut bisa muncul dalam diri kita?
Jawabannya adalah; Karena adanya alasan!.
“Tanpa
alasan tertentu orang tidak akan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, dan kalaupun jadi berbuat, kemungkinan besar
perbuatannya tidak menentu arahnya”, kata Meuman.
Tetapi, apa yang membuat munculnya
alasan??.
Di awal tulisan ini (dalam judul: Modal
Bisnis) saya sudah menjawabnya. Yaitu; adanya pemahaman. Karena dengan paham,
kita bisa mengurai masalah hingga melahirkan alasan, alasan untuk berbuat dan
alasan yang mampu mengurai kebimbangan, yang kesemuanya disebabkan karena kita
paham!!.





