Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Minggu, 29 Juli 2012

10; PEREMPUAN


PEREMPUAN
Oleh; Eris herisno
Seri ke 10
Jangan dikira karena selalu konsenterasi pada pekerjaannya, kemudian para pebisnis Mukmin melupakan makhluk Allah yang Agung ini. Perempuan!.
            Walau terbatasnya waktu, sibuknya berada di lorong-lorong dan sempitnya mengurai imajinasi, para pebisnis pasti menyediakan ruang lain untuknya. Selain karena sudah fitrah, juga karena perempuan memiliki keistimewaan-keistimewaan yang unik.     
            Memang, keberadaan Perempuan bisa menjadi duri dalam melaksanakan tugas bisnis, tapi Ia juga bisa menjadi energi. Bisa menjadi penghambat, juga bisa menjadi pendorong. Bisa menjadi pembunuh imajinasi, bisa juga menjadi pemicu lahirnya karya monumental. Semuanya tergantung kepada sikap kita, karena bagaimanapun Ia adalah manusia biasa yang punya keterbatasan. Seandainya kita mampu menempatkannya dalam bingkai cinta sejati, percayalah! Pasti kita akan mendapat kekuatan baru yang maha dahsyat. “Perempuan,” kata Anis Matta, adalah penyangga spiritual”. Itulah sebabnya kenapa Rasulullah SAW selalu membawa salah satu isterinya ketika pergi ke medan pertempuran. “Laki-laki menumpahkan energinya di luar rumah dan mengumpulkannya kembali dari dalam rumahnya” Kata Anis lagi.
            Energi perempuan adalah kelembutan, kasih sayang, kedamaian batin, dan kesetiaan. Namun, jika kita menempatkannya ke bingkai lain yang hampa cinta. Bukan kelembutan, tapi kekerasan yang kita rasakan. Bukan kasih sayang, tapi kebencian. Bukan kedamaian, tapi keresahan. Dan bukan kesetiaan, tapi penghianatanlah yang kita dapatkan. Sebagai contoh, cukuplah bagi kita kisah tentang orang-orang yang hancur meraih sukses bisnis gara-gara salah menempatkan posisi perempuan, dan larut dalam lautan nista yang menggoda.
            Sekali lagi. Akan menjadi kekuatan positif atau negatifnya perempuan, semua tergantung bagaimana kita memposisikan.
            Sekarang, ada satu hal yang perlu kita catat atau kita renungkan yaitu; Sukses yang diraih kebanyakan para pebisnis mukmin, ternyata terbantu oleh energi dan pesona perempuan, baik dengan menjadikannya sebagai mitra bisnis, walau berada di luar jangkauan cinta sejatinya, atau sebagai isteri dan diam di dalam ruang dekapannya.
            Ada satu hal lagi yang sedikitpun tak bisa kita pungkiri, bahwa peerjalanan panjang sang pebisnis mukmin mengolah imajinasi sampai menjadi karya besar, ternyata kebanyakannya  tak terlepas dari peran aktif perempuan. Ia malah sengaja memupuknya sehingga tumbuh subur, berkembang dan berbuah. Sampai bukan hanya sekali dua kali memetik dan merasakan kenikmatannya, tapi beratus-ratus kali!
            Sekarang mari kita bertanya, Sudahkah kita memposisikan perempuan sebagai mana mestinya?, dimana ia ditempatkan di ruangan yang sejuk penuh cinta kasih dan sesak oleh napas-napas gairah?, serta ia pun kuyup dalam kubangan suka cita?
            Ataukah sebaliknya, kita malah menjadikannya sebagai pajangan di etalase kehidupan yang hanya sebagai hiasan dan menggantinya manakala ia tak menarik lagi?
            Di antara kita mungkin -atau pasti- ada seperti yang terakhir ini!.
            Bahkan, mungkin anda!!.


PEREMPUAN
Oleh; Eris herisno
Seri ke 10
Jangan dikira karena selalu konsenterasi pada pekerjaannya, kemudian para pebisnis Mukmin melupakan makhluk Allah yang Agung ini. Perempuan!.
            Walau terbatasnya waktu, sibuknya berada di lorong-lorong dan sempitnya mengurai imajinasi, para pebisnis pasti menyediakan ruang lain untuknya. Selain karena sudah fitrah, juga karena perempuan memiliki keistimewaan-keistimewaan yang unik.     
            Memang, keberadaan Perempuan bisa menjadi duri dalam melaksanakan tugas bisnis, tapi Ia juga bisa menjadi energi. Bisa menjadi penghambat, juga bisa menjadi pendorong. Bisa menjadi pembunuh imajinasi, bisa juga menjadi pemicu lahirnya karya monumental. Semuanya tergantung kepada sikap kita, karena bagaimanapun Ia adalah manusia biasa yang punya keterbatasan. Seandainya kita mampu menempatkannya dalam bingkai cinta sejati, percayalah! Pasti kita akan mendapat kekuatan baru yang maha dahsyat. “Perempuan,” kata Anis Matta, adalah penyangga spiritual”. Itulah sebabnya kenapa Rasulullah SAW selalu membawa salah satu isterinya ketika pergi ke medan pertempuran. “Laki-laki menumpahkan energinya di luar rumah dan mengumpulkannya kembali dari dalam rumahnya” Kata Anis lagi.
            Energi perempuan adalah kelembutan, kasih sayang, kedamaian batin, dan kesetiaan. Namun, jika kita menempatkannya ke bingkai lain yang hampa cinta. Bukan kelembutan, tapi kekerasan yang kita rasakan. Bukan kasih sayang, tapi kebencian. Bukan kedamaian, tapi keresahan. Dan bukan kesetiaan, tapi penghianatanlah yang kita dapatkan. Sebagai contoh, cukuplah bagi kita kisah tentang orang-orang yang hancur meraih sukses bisnis gara-gara salah menempatkan posisi perempuan, dan larut dalam lautan nista yang menggoda.
            Sekali lagi. Akan menjadi kekuatan positif atau negatifnya perempuan, semua tergantung bagaimana kita memposisikan.
            Sekarang, ada satu hal yang perlu kita catat atau kita renungkan yaitu; Sukses yang diraih kebanyakan para pebisnis mukmin, ternyata terbantu oleh energi dan pesona perempuan, baik dengan menjadikannya sebagai mitra bisnis, walau berada di luar jangkauan cinta sejatinya, atau sebagai isteri dan diam di dalam ruang dekapannya.
            Ada satu hal lagi yang sedikitpun tak bisa kita pungkiri, bahwa peerjalanan panjang sang pebisnis mukmin mengolah imajinasi sampai menjadi karya besar, ternyata kebanyakannya  tak terlepas dari peran aktif perempuan. Ia malah sengaja memupuknya sehingga tumbuh subur, berkembang dan berbuah. Sampai bukan hanya sekali dua kali memetik dan merasakan kenikmatannya, tapi beratus-ratus kali!
            Sekarang mari kita bertanya, Sudahkah kita memposisikan perempuan sebagai mana mestinya?, dimana ia ditempatkan di ruangan yang sejuk penuh cinta kasih dan sesak oleh napas-napas gairah?, serta ia pun kuyup dalam kubangan suka cita?
            Ataukah sebaliknya, kita malah menjadikannya sebagai pajangan di etalase kehidupan yang hanya sebagai hiasan dan menggantinya manakala ia tak menarik lagi?
            Di antara kita mungkin -atau pasti- ada seperti yang terakhir ini!.
            Bahkan, mungkin anda!!.

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar