Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Senin, 27 Agustus 2012

19; INOVASI


                                                                               
                                       INOVASI
                                  Oleh; Eris Herisno
                                      Seri ke ; 19



                Mungkin diantara kita ada yang pernah mendengar dan melihat iklan Sujuki di televisi tahun 2000-an (kalau tidak salah) yang seperti ini; “Sujuki.., Inovasi tiada henti!”.
                Begitulah jargon dari perusahaan besar di bidang kendaraan bermotor yang sangat terkenal itu. Inovasi di jadikannya sebagai jurus utama dalam mengambil hati dari jutaan konsumen di negeri Indonesia ini.
                Inovasi (innovative) dalam bisnis adalah suatu keharusan jika kita tak mau ditinggal pergi oleh para pelanggan setia. Apalagi jika kita bisnis dalam hal yang berkaitan dengan tekhnologi.
                Memang tidak semua yang kita bisniskan mengharuskan berinovasi, tapi biasanya celah inovasi itu ada di bisnis apapun dan menuntut satu keharusan, hanya terkadang kebanyakan dari kita selalu menunggu orang lain dahulu yang memulainya dan kita mengikuti setelah betul-betul berhasil.
                Cinta, strategi, kepuasan, dan senyuman semuanya adalah bagian dari pakaian bisnis yang harus selalu di pakai setiap hari. Dan termasuk juga inovasi.
                Kalau saya mengibaratkan inovasi itu adalah aksesoris dari pakaian yang kita pakai. Artinya, buatlah hal yang baru dalam bisnis agar semua pelanggan setiamu terpukau dan kagum dengan tampilan baru kita.
                Cobalah anda perhatikan.., hampir semua kendaraan (tidak semua) selalu berubah penampilan, padahal.., mesinnya kadang hanya itu-itu saja, kalaupun beda hanya rangkanya saja atu sedikit penambahan tenaga. Selebihnya adalah aksesoris.
                Saya punya teman yang pernah menggeluti bisnis tahu gejrot di tasikmalaya, yaitu tahu khas daerah Cirebon yang terkenal. Suatu ketika saya menyarankan untuk mencoba membuat tahu rasa kari ayam, rasa sapi, atau rasa apa saja yang penting tahunya tidak tawar. Waktu itu Ia menganggap saya bercanda, walau memang pada waktu itu kondisi obrolan dalam keadaan sedang penuh candaan.
                Beberapa tahun kemudian setelah ia gulung tikar, saya melihat pertamakalinya di sebuah Mall ada tahu goreng yang bentuknya bulat dan punya rasa yang gurih. Saat itu juga langsung teringat kepada teman saya. Andai saja ia mau mencoba (bertindak), mungkin ceritanya lain. ( bacalah serial bisnis ke 4 yang berjudul TINDAKAN).
                Saya tidak bermaksud untuk berandai-andai, karena bagaimanapun Allah-lah yang punya sekenario.
                Inti yang ingin saya sampaikan dari tulisan kali ini adalah tentang pentingnya inovasi yang memang sangat berkaitan erat dengan ‘tindakan. Artinya, Inovasi adalah tindakan untuk mewujudkan (merubah) hal baru. Bagaimana mungkin disebut berinovasi kalau hanya dalam angan-angan saja tanpa sebuah tindakan nyata?.
                Dari sini kita bisa melihat secara nyata kalau yang disebut ketinggalan jaman adalah yang tidak berinovasi, bukan karena lamanya sebuah model. Dan lamanya sebuah model tidak bisa di tentukan, bisa lama, bisa juga sebentar.
                Dulu ketika saya kecil tidak ada susu dengan rasa strawberry, rasa vanilla, rasa melon dll. Seperti halnya minumah teh dalam kemasan atau dalam botol, kalau dahulu rasanya hanya manis saja. Sekarang ada teh dengan berbagai macam rasa. Luar biasa bukan?.
Jadi..., mulai sekarang, berinnovasi-lah!!!.

Kamis, 23 Agustus 2012

18; SENYUM BISNIS


               SENYUM BISNIS
             Oleh; Eris Herisno

                     
 Sekarang saya akan mengajak anda untuk mencoba menjelajahi beberapa contoh berikut ini. Mungkin diantara pembaca ada yang sudah mengalaminya;
Cobalah masuk ke sebuah BANK, dan perhatikan apa yang dilakukan Security pada anda ketika akan masuk?.
                Anda akan disambut dengan ‘SENYUMAN’ yang khas sambil berkata, “selamat datang Pak, ada yang bisa saya bantu?”. Ia bertanya seperti itu sambil membungkukkan badannya dan sambil membukakan pintu.
                Apa yang anda rasakan ketika menerima penyambutan seperti itu?.
Saya yakin anda akan merasa dihargai atau dihormati. Hati anda akan merasa nyaman.
                Lalu perhatikan lagi!.
                Setelah anda sampai pada nomor antrian, dan di panggil, anda akan disambut oleh petugas TELER sambil berdiri (berdiri penghormatan) dan bertanya, “dengan Bapak siapa ini?”, misalnya; “Pak Eris”. “Pak Eris ada yang bisa saya bantu?”. Ia berkata seperti itu sambil tak melepaskan ‘senyumannya!’, setelah itu Ia duduk kembali dan mengerjakan tugasnya.
                Setelah selesai Ia akan berdiri lagi dan mengucapkan “terimakasih Pak”, dan lagi-lagi Ia tak melepaskan ‘SENYUMANNYA!’.
                Diantara kita mungkin ada yang mengatakan bahwa itu hal yang biasa-biasa saja. Tapi bagi yang telah lama terjun kedunia bisnis itu adalah senyuman yang mengandung ‘misi’. Dan saya menyebutnya ‘senyuman bisnis’!!.
                Sebenarnya senyuman adalah bagian dari ‘celah’ bagaimana menjual kepuasan kepada pelanggan, tapi sengaja saya membahasnya secara khusus agar ada penekanan karena saking pentingnya sebuah senyuman ketika kita menjalankan bisnis.
                Dari sini saya menyimpulkan bahwa senyuman terbagi menjadi 4 bagian; senyum tulus, senyum menipu, senyum sinis, dan senyum bisnis.
                1. Senyum tulus adalah senyuman yang ikhlas berasal dari sanubari tanpa mengharap apapun dari senyum yang telah diberikannya.
                2. senyum menipu adalah sebaliknya, dimana dibalik senyumannya tersimpan sesuatu yang tidak baik, biasanya senyuman seperti ini hanyalah sekedar mengharapkan sesuatu agar cepat terkabul.
                3. senyum sinis adalah senyum yang menyimpan dendam atau kebencian yang disimpan didalam hatinya dan biasanya sengaja di umbarkan senyumannya agar terlihat ketidak senangannya.
                 4. sementara senyum bisnis adalah senyuman strategi atau senyum yang sengaja dibuat hanya untuk menggaet para pelanggannya agar tetap setia. Senyum seperti ini sangatlah susah membedakan apakah tulus ikhas atau tidak, masalahnya keikhlasan hanyalah masalah hati yang hanya Allah saja-lah yang mengetahuinya.
                Jadi.., jangan sekali-kali berbudi ketus ketika menghadapi pembeli. Senyumlah.., biar ia menjadi pelanggan setiamu. Karena sekali anda mengecewakan dengan raut muka yang masam, maka sang pelanggan akan mengingatmu dan menjadi obrolan ke orang lain bahwa ‘kau’ adalah orang yang gak enak dipandang.
Jadi sekali lagi..., TERSENYUMLAH !!.


Rabu, 15 Agustus 2012

17; MENJUAL KEPUASAN


                  MENJUAL KEPUASAN
                        Oleh; Eris Herisno
                              seri ke 17

    Biarkanlah cinta mengebu dan mengembara kelangit sepi, dan biarkan juga strategi berjalan diatas rel yang telah di siapkan dengan matang. Biarkan cinta dan strategi berpadu menyatu mengolah bisnismu. Tetapi ada satu hal lagi yang tak boleh di lupakan dan harus kau jual agar cinta dan strategi jitumu tidak berakhir tragis atau menyedihkan!.
     Kepuasan...
     Ya.., ‘jualah kepuasan’.
     Jangan biarkan pelanggan setiamu kabur begitu saja gara-gara hal yang menurutmu sepele padahal sangat berpengaruh besar pada keberlangsungan bisnismu.
Cinta yang di tebar memang luar biasa, strategi sangat meyakinkan, tapi bagaimana kalau pelangganmu tak puas?.
    Artinya kau bertepuk sebelah tangan!.
Atau Ia kecewa gara-gara tak mendapat kepuasan!
Jadi, selain kau menjual barang, makanan, jasa, atau apa saja yang menjadi bahan bisnismu, maka jualah juga kepuasan pada pelangganmu, biarkan Ia menikmati semuanya dengan senang hati.
      Suatu ketika teman saya masuk ke sebuah warung bakso di daerah Ciamis jawabarat, kemudian setelah selesai makan bakso beliau berkata kepada yang punya warung tersebut, “Bu, kalau Ibu mau, saya punya ‘bumbu’ agar mie bakso Ibu cepat laris”, tentu saja si Ibu-pun menyambutnya dengan semangat,”boleh Pak!, apa bumbunya!”. Si ibu mengira bumbunya adalah mantra atau sesuatu yang berbau mistis. Lalu teman saya berkata lagi “bumbunya adalah ibu harus mengecat warung ini”. Si ibu mengernyitkan dahi “ngecat??”, “ya.., ngecat warung ini.., itulah bumbunya”
      Belakangan teman saya bercerita bahwa warung bakso tersebut rasanya sangat enak tapi mempunyai tempat yang sangat menjijikkan, selera makannya hilang seketika gara-gara melihat meja makannya yang dekil.
      Jadi, disini bisa kita lihat sebenarnya antara kebersihan dan kepuasan saling keterkaitan, bila kita menjaga kebersihan berarti kita juga memberikan kepuasan, tapi kepuasan ada bukan hanya dari kebersihan saja, banyak sekali celahnya.
      Masalahnya kebanyakan para pebisnis hari ini –terutama pedagang makanan- sangat tidak memperhatikan bagaimana agar para pelanggannya terpuaskan, yang Ia pikirkan adalah untung dan untung, tanpa memperhatikan keuntungan berikutnya.
      Sebenarnya yang paling penting dalam keberlangsungan bisnis adalah bukan bagaimana agar konsumen membeli dagangannya, tapi bagaimana agar konsumen menjadi pelanggan setianya.
Kalau sekedar menarik konsumen agar membeli dagangannya itu adalah hal yang tidak terlalu berat, saya rasa pebisnis baru-pun bisa melakukannya. Yang paling berat adalah menarik konsumen ke lingkaran bisnisnya supaya Ia menjadi pelanggan tetap, setia. Dan kuncinya adalah ‘ MENJUAL KEPUASAN!”.
      Sekarang, cepat puaskan semua konsumenmu, agar Ia kembali dan menjadi pelanggan setiamu!.


16; STRATEGI


STRATEGI BISNIS
Oleh; Eris Herisno
Seri ke 16
 
             Kekuatan adalah simbol dari sebuah kondisi yang mungkin diidamkan setiap orang. Karena ia merupakan fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia. Kata Anis Matta dalam bukunya Arsitek Peradaban.
             Lalu, apa yang dimaksud dengan kekuatan bisnis?
          Pada dasarnya, semua yang mendukung berjalannya bisnis, adalah merupakan kekuatan. Namun yang saya maksud disini adalah kekuatan yang lebih spesifik atau lebih mengarah pada apa yang sedang kita kelola atau kita bisniskan.
            Kalau  disimpulkan, ada tiga hal plus satu (saya menamakannya seperti ini) yang menjadi kekuatan bisnis.
            Pertama: Jika berbisnis makanan, maka kekuatan utamanya ada pada ‘Rasa’.
            Kedua: Jika kita bisnis yang berkaitan dengan proferti, maka kekutan utamanya adalah kenyamanan, keindahan, ketahanan dan innopative.
            Ketiga: jika kita bisnis obat-obatan, maka kekuatan utamanya ada pada kemanjuran dari obat tersebut.
             Lalu plus satunya adalah kepuasan. Lebih khusus kepuasan ini terkait dengan bisnis jasa, tapi bisa juga masuk dalam bisnis makanan, bisnis proferti, dan bisnis obat-obatan. Artinya, kepuasan adalah kekuatan yang harus ada dalam berbisnis apapun, karena semuanya benar-benar membutuhkan kekuatan yang satu ini.
            Mungkin  kelihatannya sangat sederhana, namun banyak sekali para pebisnis yang hancur gara-gara menyepelekan masalah yang di anggapnya sederhana ini.
            Di kampung saya setiap pagi ada empat tukang bubur ayam. Yang satu, semangkuk bubur harganya 2500 rupiah, sedangkan yang lainnya mematok harga 1000 rupiah. Tapi anehnya, berbondong-bondong orang lebih membeli bubur yang harganya 2500 walaupun agak jauh dari rumahnya., sedangkan yang lainnya lagi hanya biasa-biasa saja.
            Apa yang menjadi kekuatan tukang bubur yang harganya 2500 tersebut?
            Jawabannya adalah, selain menjaga kebersihan dan memberikan kepuasan pembeli, ia juga menjaga dan memberikan Rasa yang enak pada bubur ayamnya!. (Kekuatan Rasa.)
            Cobalah anda perhatikan, apa yang menjadi kunci kesuksesan  ayam goreng Kentucky Fried Chicken yang harganya 6000 rupiah per-satu paha ayam, dibandingkan dengan yang dijual di pinggir jalan yang harganya 2000 rupiah per-satu paha ayam?
            Jawabanya sama seperti yang halnya tukang bubur: Menjaga kebersihan, memberikan kepuasan, dan memberikan Rasa yang enak.
            Sekarang kita menyadari, bahwa harga yang murah dengan mengabaikan rasa belum tentu banyak diminati orang. Bahkan sebaliknya, kita akan mengalami kebangkrutan karena ditinggalkan pembeli.
            Begitu juga dengan binis proferti, misalnya mobil, pakaian, lemari kayu, atau aksesoris. Kekuatannya terletak pada kenyamanan, keindahan, ketahanan, dan innopative. Nyaman artinya tidak ada bagian dari tubuh kita yang terganggu ketika dipakai, indah artinya sedap dipandang mata, baik oleh kita ataupun orang lain Ketahanan artinya tidak mudah rusak dalam waktu yang sebentar. Dan innopative artinya selalu memberikan yang terbaru.
            Adapun bisnis obat-obatan, saya punya cerita. Suatu ketika teman saya membeli obat penumbuh bulu. Setiap pagi dan sore obat tersebut ia oleskan pada dagunya dengan maksud ingin mempunyai janggut. Alhasil, sudah satu bulan lebih malah rambut dikepalanya yang sedikit botak (rontok). Kenapa demikian? Karena ia Pusing memikirkan janggutnya yang belum tumbuh-tumbuh juga!. Dan iapun kecewa berat. Sisa obatnya yang masih banyak ia buang ke tong sampah!
            Dalam bisnis, jika kita mengecewakan satu orang pembeli, maka kita akan ditinggalkan puluhan pembeli. Kenapa?. Karena kekecewaannya akan menular ke sekelilingnya, baik itu tetangga, teman atau saudaranya.
Begitu juga sebaliknya, kalau kita memuaskan pembeli, maka kepuasannya akan ia tularkan kesekelilingnya.  Dalam hal ini, termasuk bisnis jasa!.
            Memberi kepuasan, berarti kita membuat lapangan kesuksesan di masa depan.
            Sekarang, peliharalah yang menjadi kekuatan bisnis.

Jumat, 10 Agustus 2012

15; KEKUATAN



                                       KEKUATAN
                                    Oleh; Eris Herisno
                                           Seri ke 15


                Cinta, rindu, harapan, ternyata sebuah kekuatan, kekuatan yang mampu mendorong untuk mendayung lebih jauh lagi agar sampai ke pulau cita-cita. Cita-cita yang sebelumnya sering menjadi khayalan dan impian.
                Bermimpi, berkhayal itu sah-sah saja, bahkan sebagian orang mengharuskan karena itu adalah pondasi dari sebuah rencana, sedangakan rencana adalah langkah awal dalam menaiki tangga-tangga agar sampai ke puncak sukses. “Para pemimpi hari ini adalah orang-orang berprestasi besok.” Kata Dr. Orison Swett Marden.
                Jadi, kalau rencana tanpa didasari cinta, (yang melahirkan rindu dan harapan) maka lubang kegagalan akan lebih menganga daripada lubang sukses, atau seperti orang yang melangkah tetapi dengan langkah yang lesu, gontai, tanpa gairah.
                Sekali lagi, cinta, rindu dan harapan adalah merupakan salah satu kekuatan untuk menuju sukses.
                Tetapi disinilah masalahnya!.
                Sebahagian besar pebisnis hari ini justru tidak memakai perasaan cinta kepada para pembeli dan kepada apa yang Ia bisniskan. Ia tak menyadari, -atau menyadarinya tetapi tak mngindahkannya- kalau cinta adalah sebuah kekuatan dalam meraih sukses bisnis. kebanyakkan mereka lebih mementingkan keuntungan sesaat, tanpa meperhatikan keuntungan di evisode selanjutnya.
                Adalah sebuah kepastian ‘walau perlahan’, berbisnis tanpa cinta akan membuat kecewa pembeli. Walaupun keuntungnya besar, tetapi sebenarnya itu adalah salah satu jebakkan bisnis yang akan membuat terperosok jauh kebelakang karena ditinggal pembeli.
                Mengecewakan pembeli sama saja membuat bom waktu yang suatu saat akan meledak, dan akhirnya akan pergi yang tentu saja membuat kita kesulitan untuk mengembalikannya.
Sebagai contoh; di daerah bogor ada sebuah bengkel yang cukup besar dan ramai. Suatu ketika teman saya dari jakarta yang sedang ke puncak mesin mobilnya tidak berjalan normal dan memasukannya ke bengkel tersebut. Karena sore, akhirnya montir bengkel memutuskan agar mobil teman saya disimpan di bengkel dan besok akan dikerjakan. Akhirnya teman saya-pun pulang ke jakarta menggunakan bis.
Apa yang terjadi?
                Ke esokan harinya seorang dari bengkel menelpon teman saya dan mengatakan bahwa biayanya harus 15 juta!.
                Luar biasa!
                Mendengar seperti ini tentu saja teman saya kaget bukan kepalang dan memutuskan akan ke bengkel. Siangnya setelah di bengkel Ia membatalkan untuk di service dan membawa lagi mobilnya ke jakarta untuk di bawa ke bengkel langganannya yang ada di jakarta.
Dan apa kata bengkel langganannya??
                Di dalam Busi terdapat Mur dan Baut kecil yang diselipkan!!. Busi-nya pun dalam keadaan bengkok-bengkok dan itu semua merupakan ulah yang disengaja dilakukan oleh bengkel yang di bogor tersebut!!!. Dan ternyata biayanya pun hanya sekitar 500 ribuan.
Temanku bilang “ aku geram, kesal, muak, pada bengkel yang di bogor “.
                Ini adalah salah satu contoh usaha atau bisnis yang tidak memakai rasa cinta, ia hanya mementingkan keuntungan sesaat, tidak memandang jauh kedepan.
Jadi.., cinta, rindu, dan harapan adalah sebuah KEKUATAN!.
Peliharalah!!.

Rabu, 08 Agustus 2012

14; PENGHARAPAN


                           
                                PENGHARAPAN
                                 Oleh; Eris Herisno
                                        Seri ke 14

                Ada satu hal yang harus kita ketahui bahwa; di balik dinding kerinduan yang terpendam, sebenarnya ada berlian yang kemilaunya luar biasa dan bisa kita dapatkan, “PENGHARAPAN!”.
Ya..., pengharapan...
                Harapan untuk bertemu, harapan untuk kembali, harapan untuk bersama, harapan untuk sukses, harapan untuk terjual habis, dan harapan-harapan lainnya yang kesemuanya bisa diraih dengan mudah, tetapi?!, semuanya tergantung bagaimana kita mengelola kerinduan itu dengan baik.
Sebenarnya antara kerinduan dan pengharapan selalu berdampingan, seperti dua sisi mata uang, dimana ada rasa rindu, maka biasanya selalu disertai harapan walau kecil dan menyelinap sangat dalam di bilik hati kita. Jika terlaksana apa yang diharapkan, maka sempurnalah kerinduan itu, dan lahirlah kebahagiaan yang teramat dalam. Tetapi jika gagal, maka tergantung kita bagaimana mengolah kegagalan. Ada rasa sakit, hancur, remuk, dan lain sebagainya. Tapi pecayalah, semua itu akan segera berakhir, bahkan kegagalan akan menjadi kekuatan dalam meraih sukses. (baca serial bisnis ke 7 “ kegagalan” ).
                Besar kecilnya kegagalan.., sekali lagi, tergantung bagaimana kemampuan kita dalam mengolahnya!.
                Suatu hari ketika saya datang ke sebuah pasar untuk menagih sebagian uang dari sisa hasil penjualan, dari hasil hitungan, besar sekali harapan saya akan dapat uang dalam jumlah besar. Tapi apa yang terjadi?, semua yang di tagih meleset. Kecuali satu toko yang membayar, itupun hanya sedikit dan habis untuk ongkos pulang naik Bis. Tapi saya sadar, tidak semua harapan akan terlaksana sesuai yang di inginkan.
                Lain lagi saat saya datang menengok keadaan pasar yang terbakar, dan melihat toko-toko yang hangus habis, pulangnya saya dapat uang lumayan, padahal niat saya waktu mau berangkat bukan untuk menagih.
                Begitulah kenyataan yang terjadi. Artinya, besar kecilnya keberhasilan ternyata bukan disebabkan oleh besarnya sebuah harapan, tapi bagaimana kemampuan kita dalam mengelola cinta, Rindu, harapan, dan kegagalan dalam mengarungi kehidupan ini.
Bagaimana kalau kerinduanmu masih tertahan karena suatu sebab?. Bagaimana kalau kerinduan itu sudah menumpuk berat hingga kau sesak?. Apa yang akan terjadi jika kerinduan itu terkurung dibalik jeruji harapan?.
                Jawabnya adalah; sabar dan sambil berusaha. Jalani saja semua sesuai dengan iramanya. Biarkan mengalir menempuh liku-liku kehidupan. Percayalah!, yang akan terjadi selanjutnya adalah sebuah “evisode” baru yang baik buruknya tergantung kita sendiri dalam “me-ngo-lah-nya!!”.
                Penantian panjang memang sangat melelahkan, namun apa mau dikata, pengharapan untuk bertemu atau untuk menumpahkan rindu yang sekian lama terpenjara memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Dan kesabaran inilah yang banyak dimiliki oleh para pejuang ketika ia harus terisolir dari keluarganya, rakyatnya, pasukannya, bahkan negaranya.
Simaklah sebait puisi pilu dari Bilal bin Rabah saat Ia rindu akan tanah airnya;
O, betapa haruskah
Kulalui malam ini pada lembah
Yang tiada padanya
Rumput izkhir
Dan jalil

Minggu, 05 Agustus 2012

13, RINDU


                                            RINDU
                                      Oleh; Eris Herisno 
                               Seri ke 13


            Sekarang saya berani mengatakan bahwa cinta merupakan kekuatan, kekuatan saat mengarungi perjalanan di dunia yang singkat ini. “di antara bumi dan langit ada cinta. Kalau tak ada cinta maka hancurlah dunia ini”, kata Rumi.
            Sesekali kita perlu mengarungi dan merenungi perjalanan cinta supaya tahu seberapa besar cinta itu menggelayut di ruang hati. Karena besar dan kecilnya cinta yang ada pada diri, akan berdampak pada kehidupan terutama dalam meraih sukses. Dan kita juga akan tahu besar kecilnya volume kerinduan kepada apa yang di cintai.
Kenapa kita harus tahu volume rindu?
            Karena rindu adalah buah dari cinta itu sendiri, karena rindu adalah sebab akibat yang pasti terjadi jika kita punya rasa cinta!. Andai saja punya rasa cinta tetapi tidak punya rasa rindu, berarti cinta itu bohong atau palsu, atau artinya orang tersebut tak berjiwa pecinta!. Kalau begini? Bersiap-siaplah.., karena hatinya akan menghadapi ketidak nyamanan, kegersangan, atau goncangan, sebab cinta adalah penyeimbang dari semua rasa-rasa yang ada bersemayam di dalam hati, penyeimbang yang akan menghadirkan romantisme di kehidupan. “tak disebut hati bila tak mengalami kerinduan terhadap sesuatu yang lebih baik”, kata Henry Ward Beecher.
            Dalam dunia bisnis, perasaan rindu harus sering di pupuk agar selalu hadir dimana saja kita berada. Jangan sampai kecintaan pada yang di bisniskan membuat kita sendiri tidak nyaman, gersang, yang ujungnya adalah rasa malas untuk sekedar menengok pasar misalnya, dan akhirnya kita kehilangan peluang yang mungkin saja itu adalah pintu terakhir dalam menuju sukses!.
Jadi?, tersenyumlah bila kamu punya perasaan rindu, karena ia adalah kekayaan hati yang teramat dahsyat, dan biarkanlah perasaan rindu itu menebar ke ruang hati kamu, dan bila sudah tiba masanya, ledakkanlah kerinduan itu!.
            Disela-sela kesibukkanmu, sisakanlah sebahagian waktu untuk menelaah apa yang besok akan kamu jual, berapa yang sudah terjual, berapa sisanya, bagimana kabar majikkanmu, bagimana keadaan langgananmu, apa yang terjadi dengan karyawanmu, dan lain-lainnya, sebagai bukti kecintaanmu pada semuanya dan sebagai wujud dari kerinduan yang sudah sekian lama tertahan.
            Dan biarkan kerinduan itu mengalir seolah tak berbatas. Olah saja semampumu, jangan hiraukan omongan orang yang tak berarti, perhatikan atau fokus saja pada bisnis yang sedang kamu kelola.
            Simaklah sepenggal surat dari pahlawan kita ini, Bung Tomo. Disela-sela kesibukkannya yang super padat ia masih bisa menyempatkan diri untuk menumpahkan kerinduannya pada sang terkasih ‘sulistina’ walau hanya lewat sepucuk surat, “datanglah, waktuku amat sempit, ada yang ingin aku ceritakan padamu, “atau” aku rindu padamu, tetapi tak punya waktu”. (tarbawi edisi khusus)
            Kerinduan, bukanlah sesuatu yang rumit. Semua orang punya kemampuan untuk meng-eksplorasikannya. Ada yang secara langsung blak-blakan dengan kata-kata, ada yang memakai bahasa tubuh dan ada juga yang kemampuannya hanya bisa melalui sepucuk surat.
Yang jelas, apapun bentuknya, bila kerinduan itu hadir menikam perasaanmu..., ledakkanlah.., jangan kau simpan!!.