STRATEGI BISNIS
Oleh; Eris Herisno
Seri ke 16
“Kekuatan
adalah simbol dari sebuah kondisi yang mungkin diidamkan setiap orang. Karena
ia merupakan fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia”. Kata Anis Matta dalam bukunya Arsitek
Peradaban.
Lalu,
apa yang dimaksud dengan kekuatan bisnis?
Pada dasarnya, semua yang mendukung berjalannya
bisnis, adalah merupakan kekuatan. Namun yang saya maksud disini adalah
kekuatan yang lebih spesifik atau lebih mengarah pada apa yang sedang kita
kelola atau kita bisniskan.
Kalau disimpulkan, ada tiga hal plus satu (saya
menamakannya seperti ini) yang menjadi kekuatan bisnis.
Pertama: Jika berbisnis makanan, maka
kekuatan utamanya ada pada ‘Rasa’.
Kedua:
Jika kita bisnis yang berkaitan dengan proferti, maka kekutan utamanya adalah
kenyamanan, keindahan, ketahanan dan innopative.
Ketiga: jika kita bisnis obat-obatan,
maka kekuatan utamanya ada pada kemanjuran dari obat tersebut.
Lalu plus satunya adalah kepuasan. Lebih
khusus kepuasan ini terkait dengan bisnis jasa, tapi bisa juga masuk dalam bisnis
makanan, bisnis proferti, dan bisnis obat-obatan. Artinya, kepuasan adalah
kekuatan yang harus ada dalam berbisnis apapun, karena semuanya benar-benar
membutuhkan kekuatan yang satu ini.
Mungkin
kelihatannya sangat sederhana, namun banyak sekali para pebisnis yang
hancur gara-gara menyepelekan masalah yang di anggapnya sederhana ini.
Di kampung saya setiap pagi ada empat
tukang bubur ayam. Yang satu, semangkuk bubur harganya 2500 rupiah, sedangkan
yang lainnya mematok harga 1000 rupiah. Tapi anehnya, berbondong-bondong orang
lebih membeli bubur yang harganya 2500 walaupun agak jauh dari rumahnya.,
sedangkan yang lainnya lagi hanya biasa-biasa saja.
Apa yang menjadi kekuatan tukang bubur
yang harganya 2500 tersebut?
Jawabannya adalah, selain menjaga
kebersihan dan memberikan kepuasan pembeli, ia juga menjaga dan memberikan Rasa
yang enak pada bubur ayamnya!. (Kekuatan Rasa.)
Cobalah anda perhatikan, apa yang menjadi
kunci kesuksesan ayam goreng Kentucky
Fried Chicken yang harganya 6000 rupiah per-satu paha ayam, dibandingkan dengan
yang dijual di pinggir jalan yang harganya 2000 rupiah per-satu paha ayam?
Jawabanya sama seperti yang halnya tukang
bubur: Menjaga kebersihan, memberikan kepuasan, dan memberikan Rasa yang enak.
Sekarang kita menyadari, bahwa harga yang
murah dengan mengabaikan rasa belum tentu banyak diminati orang. Bahkan
sebaliknya, kita akan mengalami kebangkrutan karena ditinggalkan pembeli.
Begitu juga dengan binis proferti,
misalnya mobil, pakaian, lemari kayu, atau aksesoris. Kekuatannya terletak pada
kenyamanan, keindahan, ketahanan, dan innopative. Nyaman artinya tidak ada
bagian dari tubuh kita yang terganggu ketika dipakai, indah artinya sedap dipandang
mata, baik oleh kita ataupun orang lain Ketahanan artinya tidak mudah rusak
dalam waktu yang sebentar. Dan innopative artinya selalu memberikan yang
terbaru.
Adapun bisnis obat-obatan, saya punya
cerita. Suatu ketika teman saya membeli obat penumbuh bulu. Setiap pagi dan
sore obat tersebut ia oleskan pada dagunya dengan maksud ingin mempunyai
janggut. Alhasil, sudah satu bulan lebih malah rambut dikepalanya yang sedikit
botak (rontok). Kenapa demikian? Karena ia Pusing memikirkan janggutnya yang
belum tumbuh-tumbuh juga!. Dan iapun kecewa berat. Sisa obatnya yang masih
banyak ia buang ke tong sampah!
Dalam bisnis, jika kita mengecewakan satu
orang pembeli, maka kita akan ditinggalkan puluhan pembeli. Kenapa?. Karena
kekecewaannya akan menular ke sekelilingnya, baik itu tetangga, teman atau
saudaranya.
Begitu juga sebaliknya, kalau kita memuaskan
pembeli, maka kepuasannya akan ia tularkan kesekelilingnya. Dalam hal ini, termasuk bisnis jasa!.
Memberi kepuasan, berarti kita membuat
lapangan kesuksesan di masa depan.
Sekarang, peliharalah yang menjadi
kekuatan bisnis.
STRATEGI BISNIS
Oleh; Eris Herisno
Seri ke 16
“Kekuatan
adalah simbol dari sebuah kondisi yang mungkin diidamkan setiap orang. Karena
ia merupakan fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia”. Kata Anis Matta dalam bukunya Arsitek
Peradaban.
Lalu,
apa yang dimaksud dengan kekuatan bisnis?
Pada dasarnya, semua yang mendukung berjalannya
bisnis, adalah merupakan kekuatan. Namun yang saya maksud disini adalah
kekuatan yang lebih spesifik atau lebih mengarah pada apa yang sedang kita
kelola atau kita bisniskan.
Kalau disimpulkan, ada tiga hal plus satu (saya
menamakannya seperti ini) yang menjadi kekuatan bisnis.
Pertama: Jika berbisnis makanan, maka
kekuatan utamanya ada pada ‘Rasa’.
Kedua:
Jika kita bisnis yang berkaitan dengan proferti, maka kekutan utamanya adalah
kenyamanan, keindahan, ketahanan dan innopative.
Ketiga: jika kita bisnis obat-obatan,
maka kekuatan utamanya ada pada kemanjuran dari obat tersebut.
Lalu plus satunya adalah kepuasan. Lebih
khusus kepuasan ini terkait dengan bisnis jasa, tapi bisa juga masuk dalam bisnis
makanan, bisnis proferti, dan bisnis obat-obatan. Artinya, kepuasan adalah
kekuatan yang harus ada dalam berbisnis apapun, karena semuanya benar-benar
membutuhkan kekuatan yang satu ini.
Mungkin
kelihatannya sangat sederhana, namun banyak sekali para pebisnis yang
hancur gara-gara menyepelekan masalah yang di anggapnya sederhana ini.
Di kampung saya setiap pagi ada empat
tukang bubur ayam. Yang satu, semangkuk bubur harganya 2500 rupiah, sedangkan
yang lainnya mematok harga 1000 rupiah. Tapi anehnya, berbondong-bondong orang
lebih membeli bubur yang harganya 2500 walaupun agak jauh dari rumahnya.,
sedangkan yang lainnya lagi hanya biasa-biasa saja.
Apa yang menjadi kekuatan tukang bubur
yang harganya 2500 tersebut?
Jawabannya adalah, selain menjaga
kebersihan dan memberikan kepuasan pembeli, ia juga menjaga dan memberikan Rasa
yang enak pada bubur ayamnya!. (Kekuatan Rasa.)
Cobalah anda perhatikan, apa yang menjadi
kunci kesuksesan ayam goreng Kentucky
Fried Chicken yang harganya 6000 rupiah per-satu paha ayam, dibandingkan dengan
yang dijual di pinggir jalan yang harganya 2000 rupiah per-satu paha ayam?
Jawabanya sama seperti yang halnya tukang
bubur: Menjaga kebersihan, memberikan kepuasan, dan memberikan Rasa yang enak.
Sekarang kita menyadari, bahwa harga yang
murah dengan mengabaikan rasa belum tentu banyak diminati orang. Bahkan
sebaliknya, kita akan mengalami kebangkrutan karena ditinggalkan pembeli.
Begitu juga dengan binis proferti,
misalnya mobil, pakaian, lemari kayu, atau aksesoris. Kekuatannya terletak pada
kenyamanan, keindahan, ketahanan, dan innopative. Nyaman artinya tidak ada
bagian dari tubuh kita yang terganggu ketika dipakai, indah artinya sedap dipandang
mata, baik oleh kita ataupun orang lain Ketahanan artinya tidak mudah rusak
dalam waktu yang sebentar. Dan innopative artinya selalu memberikan yang
terbaru.
Adapun bisnis obat-obatan, saya punya
cerita. Suatu ketika teman saya membeli obat penumbuh bulu. Setiap pagi dan
sore obat tersebut ia oleskan pada dagunya dengan maksud ingin mempunyai
janggut. Alhasil, sudah satu bulan lebih malah rambut dikepalanya yang sedikit
botak (rontok). Kenapa demikian? Karena ia Pusing memikirkan janggutnya yang
belum tumbuh-tumbuh juga!. Dan iapun kecewa berat. Sisa obatnya yang masih
banyak ia buang ke tong sampah!
Dalam bisnis, jika kita mengecewakan satu
orang pembeli, maka kita akan ditinggalkan puluhan pembeli. Kenapa?. Karena
kekecewaannya akan menular ke sekelilingnya, baik itu tetangga, teman atau
saudaranya.
Begitu juga sebaliknya, kalau kita memuaskan
pembeli, maka kepuasannya akan ia tularkan kesekelilingnya. Dalam hal ini, termasuk bisnis jasa!.
Memberi kepuasan, berarti kita membuat
lapangan kesuksesan di masa depan.
Sekarang, peliharalah yang menjadi
kekuatan bisnis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar