Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Jumat, 10 Agustus 2012

15; KEKUATAN



                                       KEKUATAN
                                    Oleh; Eris Herisno
                                           Seri ke 15


                Cinta, rindu, harapan, ternyata sebuah kekuatan, kekuatan yang mampu mendorong untuk mendayung lebih jauh lagi agar sampai ke pulau cita-cita. Cita-cita yang sebelumnya sering menjadi khayalan dan impian.
                Bermimpi, berkhayal itu sah-sah saja, bahkan sebagian orang mengharuskan karena itu adalah pondasi dari sebuah rencana, sedangakan rencana adalah langkah awal dalam menaiki tangga-tangga agar sampai ke puncak sukses. “Para pemimpi hari ini adalah orang-orang berprestasi besok.” Kata Dr. Orison Swett Marden.
                Jadi, kalau rencana tanpa didasari cinta, (yang melahirkan rindu dan harapan) maka lubang kegagalan akan lebih menganga daripada lubang sukses, atau seperti orang yang melangkah tetapi dengan langkah yang lesu, gontai, tanpa gairah.
                Sekali lagi, cinta, rindu dan harapan adalah merupakan salah satu kekuatan untuk menuju sukses.
                Tetapi disinilah masalahnya!.
                Sebahagian besar pebisnis hari ini justru tidak memakai perasaan cinta kepada para pembeli dan kepada apa yang Ia bisniskan. Ia tak menyadari, -atau menyadarinya tetapi tak mngindahkannya- kalau cinta adalah sebuah kekuatan dalam meraih sukses bisnis. kebanyakkan mereka lebih mementingkan keuntungan sesaat, tanpa meperhatikan keuntungan di evisode selanjutnya.
                Adalah sebuah kepastian ‘walau perlahan’, berbisnis tanpa cinta akan membuat kecewa pembeli. Walaupun keuntungnya besar, tetapi sebenarnya itu adalah salah satu jebakkan bisnis yang akan membuat terperosok jauh kebelakang karena ditinggal pembeli.
                Mengecewakan pembeli sama saja membuat bom waktu yang suatu saat akan meledak, dan akhirnya akan pergi yang tentu saja membuat kita kesulitan untuk mengembalikannya.
Sebagai contoh; di daerah bogor ada sebuah bengkel yang cukup besar dan ramai. Suatu ketika teman saya dari jakarta yang sedang ke puncak mesin mobilnya tidak berjalan normal dan memasukannya ke bengkel tersebut. Karena sore, akhirnya montir bengkel memutuskan agar mobil teman saya disimpan di bengkel dan besok akan dikerjakan. Akhirnya teman saya-pun pulang ke jakarta menggunakan bis.
Apa yang terjadi?
                Ke esokan harinya seorang dari bengkel menelpon teman saya dan mengatakan bahwa biayanya harus 15 juta!.
                Luar biasa!
                Mendengar seperti ini tentu saja teman saya kaget bukan kepalang dan memutuskan akan ke bengkel. Siangnya setelah di bengkel Ia membatalkan untuk di service dan membawa lagi mobilnya ke jakarta untuk di bawa ke bengkel langganannya yang ada di jakarta.
Dan apa kata bengkel langganannya??
                Di dalam Busi terdapat Mur dan Baut kecil yang diselipkan!!. Busi-nya pun dalam keadaan bengkok-bengkok dan itu semua merupakan ulah yang disengaja dilakukan oleh bengkel yang di bogor tersebut!!!. Dan ternyata biayanya pun hanya sekitar 500 ribuan.
Temanku bilang “ aku geram, kesal, muak, pada bengkel yang di bogor “.
                Ini adalah salah satu contoh usaha atau bisnis yang tidak memakai rasa cinta, ia hanya mementingkan keuntungan sesaat, tidak memandang jauh kedepan.
Jadi.., cinta, rindu, dan harapan adalah sebuah KEKUATAN!.
Peliharalah!!.



                                       KEKUATAN
                                    Oleh; Eris Herisno
                                           Seri ke 15


                Cinta, rindu, harapan, ternyata sebuah kekuatan, kekuatan yang mampu mendorong untuk mendayung lebih jauh lagi agar sampai ke pulau cita-cita. Cita-cita yang sebelumnya sering menjadi khayalan dan impian.
                Bermimpi, berkhayal itu sah-sah saja, bahkan sebagian orang mengharuskan karena itu adalah pondasi dari sebuah rencana, sedangakan rencana adalah langkah awal dalam menaiki tangga-tangga agar sampai ke puncak sukses. “Para pemimpi hari ini adalah orang-orang berprestasi besok.” Kata Dr. Orison Swett Marden.
                Jadi, kalau rencana tanpa didasari cinta, (yang melahirkan rindu dan harapan) maka lubang kegagalan akan lebih menganga daripada lubang sukses, atau seperti orang yang melangkah tetapi dengan langkah yang lesu, gontai, tanpa gairah.
                Sekali lagi, cinta, rindu dan harapan adalah merupakan salah satu kekuatan untuk menuju sukses.
                Tetapi disinilah masalahnya!.
                Sebahagian besar pebisnis hari ini justru tidak memakai perasaan cinta kepada para pembeli dan kepada apa yang Ia bisniskan. Ia tak menyadari, -atau menyadarinya tetapi tak mngindahkannya- kalau cinta adalah sebuah kekuatan dalam meraih sukses bisnis. kebanyakkan mereka lebih mementingkan keuntungan sesaat, tanpa meperhatikan keuntungan di evisode selanjutnya.
                Adalah sebuah kepastian ‘walau perlahan’, berbisnis tanpa cinta akan membuat kecewa pembeli. Walaupun keuntungnya besar, tetapi sebenarnya itu adalah salah satu jebakkan bisnis yang akan membuat terperosok jauh kebelakang karena ditinggal pembeli.
                Mengecewakan pembeli sama saja membuat bom waktu yang suatu saat akan meledak, dan akhirnya akan pergi yang tentu saja membuat kita kesulitan untuk mengembalikannya.
Sebagai contoh; di daerah bogor ada sebuah bengkel yang cukup besar dan ramai. Suatu ketika teman saya dari jakarta yang sedang ke puncak mesin mobilnya tidak berjalan normal dan memasukannya ke bengkel tersebut. Karena sore, akhirnya montir bengkel memutuskan agar mobil teman saya disimpan di bengkel dan besok akan dikerjakan. Akhirnya teman saya-pun pulang ke jakarta menggunakan bis.
Apa yang terjadi?
                Ke esokan harinya seorang dari bengkel menelpon teman saya dan mengatakan bahwa biayanya harus 15 juta!.
                Luar biasa!
                Mendengar seperti ini tentu saja teman saya kaget bukan kepalang dan memutuskan akan ke bengkel. Siangnya setelah di bengkel Ia membatalkan untuk di service dan membawa lagi mobilnya ke jakarta untuk di bawa ke bengkel langganannya yang ada di jakarta.
Dan apa kata bengkel langganannya??
                Di dalam Busi terdapat Mur dan Baut kecil yang diselipkan!!. Busi-nya pun dalam keadaan bengkok-bengkok dan itu semua merupakan ulah yang disengaja dilakukan oleh bengkel yang di bogor tersebut!!!. Dan ternyata biayanya pun hanya sekitar 500 ribuan.
Temanku bilang “ aku geram, kesal, muak, pada bengkel yang di bogor “.
                Ini adalah salah satu contoh usaha atau bisnis yang tidak memakai rasa cinta, ia hanya mementingkan keuntungan sesaat, tidak memandang jauh kedepan.
Jadi.., cinta, rindu, dan harapan adalah sebuah KEKUATAN!.
Peliharalah!!.

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar