Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Rabu, 08 Agustus 2012

14; PENGHARAPAN


                           
                                PENGHARAPAN
                                 Oleh; Eris Herisno
                                        Seri ke 14

                Ada satu hal yang harus kita ketahui bahwa; di balik dinding kerinduan yang terpendam, sebenarnya ada berlian yang kemilaunya luar biasa dan bisa kita dapatkan, “PENGHARAPAN!”.
Ya..., pengharapan...
                Harapan untuk bertemu, harapan untuk kembali, harapan untuk bersama, harapan untuk sukses, harapan untuk terjual habis, dan harapan-harapan lainnya yang kesemuanya bisa diraih dengan mudah, tetapi?!, semuanya tergantung bagaimana kita mengelola kerinduan itu dengan baik.
Sebenarnya antara kerinduan dan pengharapan selalu berdampingan, seperti dua sisi mata uang, dimana ada rasa rindu, maka biasanya selalu disertai harapan walau kecil dan menyelinap sangat dalam di bilik hati kita. Jika terlaksana apa yang diharapkan, maka sempurnalah kerinduan itu, dan lahirlah kebahagiaan yang teramat dalam. Tetapi jika gagal, maka tergantung kita bagaimana mengolah kegagalan. Ada rasa sakit, hancur, remuk, dan lain sebagainya. Tapi pecayalah, semua itu akan segera berakhir, bahkan kegagalan akan menjadi kekuatan dalam meraih sukses. (baca serial bisnis ke 7 “ kegagalan” ).
                Besar kecilnya kegagalan.., sekali lagi, tergantung bagaimana kemampuan kita dalam mengolahnya!.
                Suatu hari ketika saya datang ke sebuah pasar untuk menagih sebagian uang dari sisa hasil penjualan, dari hasil hitungan, besar sekali harapan saya akan dapat uang dalam jumlah besar. Tapi apa yang terjadi?, semua yang di tagih meleset. Kecuali satu toko yang membayar, itupun hanya sedikit dan habis untuk ongkos pulang naik Bis. Tapi saya sadar, tidak semua harapan akan terlaksana sesuai yang di inginkan.
                Lain lagi saat saya datang menengok keadaan pasar yang terbakar, dan melihat toko-toko yang hangus habis, pulangnya saya dapat uang lumayan, padahal niat saya waktu mau berangkat bukan untuk menagih.
                Begitulah kenyataan yang terjadi. Artinya, besar kecilnya keberhasilan ternyata bukan disebabkan oleh besarnya sebuah harapan, tapi bagaimana kemampuan kita dalam mengelola cinta, Rindu, harapan, dan kegagalan dalam mengarungi kehidupan ini.
Bagaimana kalau kerinduanmu masih tertahan karena suatu sebab?. Bagaimana kalau kerinduan itu sudah menumpuk berat hingga kau sesak?. Apa yang akan terjadi jika kerinduan itu terkurung dibalik jeruji harapan?.
                Jawabnya adalah; sabar dan sambil berusaha. Jalani saja semua sesuai dengan iramanya. Biarkan mengalir menempuh liku-liku kehidupan. Percayalah!, yang akan terjadi selanjutnya adalah sebuah “evisode” baru yang baik buruknya tergantung kita sendiri dalam “me-ngo-lah-nya!!”.
                Penantian panjang memang sangat melelahkan, namun apa mau dikata, pengharapan untuk bertemu atau untuk menumpahkan rindu yang sekian lama terpenjara memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Dan kesabaran inilah yang banyak dimiliki oleh para pejuang ketika ia harus terisolir dari keluarganya, rakyatnya, pasukannya, bahkan negaranya.
Simaklah sebait puisi pilu dari Bilal bin Rabah saat Ia rindu akan tanah airnya;
O, betapa haruskah
Kulalui malam ini pada lembah
Yang tiada padanya
Rumput izkhir
Dan jalil


                           
                                PENGHARAPAN
                                 Oleh; Eris Herisno
                                        Seri ke 14

                Ada satu hal yang harus kita ketahui bahwa; di balik dinding kerinduan yang terpendam, sebenarnya ada berlian yang kemilaunya luar biasa dan bisa kita dapatkan, “PENGHARAPAN!”.
Ya..., pengharapan...
                Harapan untuk bertemu, harapan untuk kembali, harapan untuk bersama, harapan untuk sukses, harapan untuk terjual habis, dan harapan-harapan lainnya yang kesemuanya bisa diraih dengan mudah, tetapi?!, semuanya tergantung bagaimana kita mengelola kerinduan itu dengan baik.
Sebenarnya antara kerinduan dan pengharapan selalu berdampingan, seperti dua sisi mata uang, dimana ada rasa rindu, maka biasanya selalu disertai harapan walau kecil dan menyelinap sangat dalam di bilik hati kita. Jika terlaksana apa yang diharapkan, maka sempurnalah kerinduan itu, dan lahirlah kebahagiaan yang teramat dalam. Tetapi jika gagal, maka tergantung kita bagaimana mengolah kegagalan. Ada rasa sakit, hancur, remuk, dan lain sebagainya. Tapi pecayalah, semua itu akan segera berakhir, bahkan kegagalan akan menjadi kekuatan dalam meraih sukses. (baca serial bisnis ke 7 “ kegagalan” ).
                Besar kecilnya kegagalan.., sekali lagi, tergantung bagaimana kemampuan kita dalam mengolahnya!.
                Suatu hari ketika saya datang ke sebuah pasar untuk menagih sebagian uang dari sisa hasil penjualan, dari hasil hitungan, besar sekali harapan saya akan dapat uang dalam jumlah besar. Tapi apa yang terjadi?, semua yang di tagih meleset. Kecuali satu toko yang membayar, itupun hanya sedikit dan habis untuk ongkos pulang naik Bis. Tapi saya sadar, tidak semua harapan akan terlaksana sesuai yang di inginkan.
                Lain lagi saat saya datang menengok keadaan pasar yang terbakar, dan melihat toko-toko yang hangus habis, pulangnya saya dapat uang lumayan, padahal niat saya waktu mau berangkat bukan untuk menagih.
                Begitulah kenyataan yang terjadi. Artinya, besar kecilnya keberhasilan ternyata bukan disebabkan oleh besarnya sebuah harapan, tapi bagaimana kemampuan kita dalam mengelola cinta, Rindu, harapan, dan kegagalan dalam mengarungi kehidupan ini.
Bagaimana kalau kerinduanmu masih tertahan karena suatu sebab?. Bagaimana kalau kerinduan itu sudah menumpuk berat hingga kau sesak?. Apa yang akan terjadi jika kerinduan itu terkurung dibalik jeruji harapan?.
                Jawabnya adalah; sabar dan sambil berusaha. Jalani saja semua sesuai dengan iramanya. Biarkan mengalir menempuh liku-liku kehidupan. Percayalah!, yang akan terjadi selanjutnya adalah sebuah “evisode” baru yang baik buruknya tergantung kita sendiri dalam “me-ngo-lah-nya!!”.
                Penantian panjang memang sangat melelahkan, namun apa mau dikata, pengharapan untuk bertemu atau untuk menumpahkan rindu yang sekian lama terpenjara memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Dan kesabaran inilah yang banyak dimiliki oleh para pejuang ketika ia harus terisolir dari keluarganya, rakyatnya, pasukannya, bahkan negaranya.
Simaklah sebait puisi pilu dari Bilal bin Rabah saat Ia rindu akan tanah airnya;
O, betapa haruskah
Kulalui malam ini pada lembah
Yang tiada padanya
Rumput izkhir
Dan jalil

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar