Sekarang saya akan mengajak anda untuk mencoba menjelajahi beberapa contoh berikut ini. Mungkin diantara pembaca ada yang sudah mengalaminya;
Cobalah masuk ke sebuah BANK, dan perhatikan apa yang dilakukan Security pada anda ketika akan masuk?.
Anda akan disambut dengan ‘SENYUMAN’ yang khas sambil berkata, “selamat datang Pak, ada yang bisa saya bantu?”. Ia bertanya seperti itu sambil membungkukkan badannya dan sambil membukakan pintu.
Apa yang anda rasakan ketika menerima penyambutan seperti itu?.
Saya yakin anda akan merasa dihargai atau dihormati. Hati anda akan merasa nyaman.
Lalu perhatikan lagi!.
Setelah anda sampai pada nomor antrian, dan di panggil, anda akan disambut oleh petugas TELER sambil berdiri (berdiri penghormatan) dan bertanya, “dengan Bapak siapa ini?”, misalnya; “Pak Eris”. “Pak Eris ada yang bisa saya bantu?”. Ia berkata seperti itu sambil tak melepaskan ‘senyumannya!’, setelah itu Ia duduk kembali dan mengerjakan tugasnya.
Setelah selesai Ia akan berdiri lagi dan mengucapkan “terimakasih Pak”, dan lagi-lagi Ia tak melepaskan ‘SENYUMANNYA!’.
Diantara kita mungkin ada yang mengatakan bahwa itu hal yang biasa-biasa saja. Tapi bagi yang telah lama terjun kedunia bisnis itu adalah senyuman yang mengandung ‘misi’. Dan saya menyebutnya ‘senyuman bisnis’!!.
Sebenarnya senyuman adalah bagian dari ‘celah’ bagaimana menjual kepuasan kepada pelanggan, tapi sengaja saya membahasnya secara khusus agar ada penekanan karena saking pentingnya sebuah senyuman ketika kita menjalankan bisnis.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa senyuman terbagi menjadi 4 bagian; senyum tulus, senyum menipu, senyum sinis, dan senyum bisnis.
1. Senyum tulus adalah senyuman yang ikhlas berasal dari sanubari tanpa mengharap apapun dari senyum yang telah diberikannya.
2. senyum menipu adalah sebaliknya, dimana dibalik senyumannya tersimpan sesuatu yang tidak baik, biasanya senyuman seperti ini hanyalah sekedar mengharapkan sesuatu agar cepat terkabul.
3. senyum sinis adalah senyum yang menyimpan dendam atau kebencian yang disimpan didalam hatinya dan biasanya sengaja di umbarkan senyumannya agar terlihat ketidak senangannya.
4. sementara senyum bisnis adalah senyuman strategi atau senyum yang sengaja dibuat hanya untuk menggaet para pelanggannya agar tetap setia. Senyum seperti ini sangatlah susah membedakan apakah tulus ikhas atau tidak, masalahnya keikhlasan hanyalah masalah hati yang hanya Allah saja-lah yang mengetahuinya.
Jadi.., jangan sekali-kali berbudi ketus ketika menghadapi pembeli. Senyumlah.., biar ia menjadi pelanggan setiamu. Karena sekali anda mengecewakan dengan raut muka yang masam, maka sang pelanggan akan mengingatmu dan menjadi obrolan ke orang lain bahwa ‘kau’ adalah orang yang gak enak dipandang.
Jadi sekali lagi..., TERSENYUMLAH !!.
Sekarang saya akan mengajak anda untuk mencoba menjelajahi beberapa contoh berikut ini. Mungkin diantara pembaca ada yang sudah mengalaminya;
Cobalah masuk ke sebuah BANK, dan perhatikan apa yang dilakukan Security pada anda ketika akan masuk?.
Anda akan disambut dengan ‘SENYUMAN’ yang khas sambil berkata, “selamat datang Pak, ada yang bisa saya bantu?”. Ia bertanya seperti itu sambil membungkukkan badannya dan sambil membukakan pintu.
Apa yang anda rasakan ketika menerima penyambutan seperti itu?.
Saya yakin anda akan merasa dihargai atau dihormati. Hati anda akan merasa nyaman.
Lalu perhatikan lagi!.
Setelah anda sampai pada nomor antrian, dan di panggil, anda akan disambut oleh petugas TELER sambil berdiri (berdiri penghormatan) dan bertanya, “dengan Bapak siapa ini?”, misalnya; “Pak Eris”. “Pak Eris ada yang bisa saya bantu?”. Ia berkata seperti itu sambil tak melepaskan ‘senyumannya!’, setelah itu Ia duduk kembali dan mengerjakan tugasnya.
Setelah selesai Ia akan berdiri lagi dan mengucapkan “terimakasih Pak”, dan lagi-lagi Ia tak melepaskan ‘SENYUMANNYA!’.
Diantara kita mungkin ada yang mengatakan bahwa itu hal yang biasa-biasa saja. Tapi bagi yang telah lama terjun kedunia bisnis itu adalah senyuman yang mengandung ‘misi’. Dan saya menyebutnya ‘senyuman bisnis’!!.
Sebenarnya senyuman adalah bagian dari ‘celah’ bagaimana menjual kepuasan kepada pelanggan, tapi sengaja saya membahasnya secara khusus agar ada penekanan karena saking pentingnya sebuah senyuman ketika kita menjalankan bisnis.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa senyuman terbagi menjadi 4 bagian; senyum tulus, senyum menipu, senyum sinis, dan senyum bisnis.
1. Senyum tulus adalah senyuman yang ikhlas berasal dari sanubari tanpa mengharap apapun dari senyum yang telah diberikannya.
2. senyum menipu adalah sebaliknya, dimana dibalik senyumannya tersimpan sesuatu yang tidak baik, biasanya senyuman seperti ini hanyalah sekedar mengharapkan sesuatu agar cepat terkabul.
3. senyum sinis adalah senyum yang menyimpan dendam atau kebencian yang disimpan didalam hatinya dan biasanya sengaja di umbarkan senyumannya agar terlihat ketidak senangannya.
4. sementara senyum bisnis adalah senyuman strategi atau senyum yang sengaja dibuat hanya untuk menggaet para pelanggannya agar tetap setia. Senyum seperti ini sangatlah susah membedakan apakah tulus ikhas atau tidak, masalahnya keikhlasan hanyalah masalah hati yang hanya Allah saja-lah yang mengetahuinya.
Jadi.., jangan sekali-kali berbudi ketus ketika menghadapi pembeli. Senyumlah.., biar ia menjadi pelanggan setiamu. Karena sekali anda mengecewakan dengan raut muka yang masam, maka sang pelanggan akan mengingatmu dan menjadi obrolan ke orang lain bahwa ‘kau’ adalah orang yang gak enak dipandang.
Jadi sekali lagi..., TERSENYUMLAH !!.
>b:else/>
baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar