Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Sabtu, 08 September 2012

20; KEKHAWATIRAN


KEKHAWATIRAN
Oleh; Eris Herisno
(Serial ke 20)




            Sehebat apapun keberanian kita, sekuat apapun ketahanan fisik kita, sebagus apapun strategi yang di terapkan, cinta, senyuman, inovasi, dan setangguh apapun mental bisnis kita, bukan berarti kita jernih dari kekurangan-kekurangan. Kita adalah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan.
            Salah satu  kekurangan yang pasti ada dalam setiap jiwa manusia adalah memiliki perasaan khawatir.
            Apa itu khawatir?
            “Khawatir adalah sikap merasa tidak berdaya terhadap sesuatu yang dipandang lebih kuasa dan disertai perasaan terancam”, kata Abu Ahmadi dalam bukunya ‘Psikologi Umum’. Artinya, khawatir adalah sikap yang lumrah bahkan bisa dikatakan wajar secara psikologis.
            Namun, kita tak boleh membiarkan kekhawatiran tersebut merajai jiwa sehingga mengendalikan semua energi fisik dan pikiran. Jika hal ini terjadi?. Bersiap-siaplah menghadapi kelelahan pisik dan otak kita, karena ia (Kekhawatiran) akan menjadi pembunuh imajinasi yang ada dalam ruang daya cipta kita. Dan juga, Jangan harap fisik kita akan  bekerja optimal!!.
            Bukanlah kerja yang membunuh manusia, melainkan rasa khawatir”, Kata Henry Ward Beecher.
            Suatu ketika dalam sebuah perenungan, saya menemukan sebuah jawaban tentang efek dari kekhawatiran. Dan sekarang saya percaya bahwa; Kekhawatiran akan menjadi ulat yang merusak daya cipta, jika kita larut terus menerus kedalamnya. Tapi ia juga akan menjadi energi, bahkan akan melahirkan sumber inspirasi kalau kita mengendalikannya dan menyerahkan persoalan yang kita khawatirkan tersebut pada Allah SWT.
            Cobalah anda baca, apa penyebab lahirnya buku ‘Mencari Pahlawan Indonesia, karya Anis Matta??’. Salah satu jawabannya adalah Kerisauan! atau kekhawatiran yang di ubah menjadi sebuah energi!. Anis sangat risau atau khawatir terhadap krisis besar yang melanda negeri ini.Kita justru mengalami kelangkaan pahlawan”, Dan ini merupakan, “isyarat kematian sebuah bangsa”. Katanya.
             Dalam banyak kasus, sebagian besar masalah yang dikhawatirkan tidak pernah terjadi. Ia hanyalah sebuah perasaan yang kalau kita larut, kita akan tersiksa dan menderita olehnya. “Khawatir itu sebenarnya energi yang salah arah”, kata penulis buku  ‘366 Esai’, Sidney Newton Bremer, Ph.D.
            Dalam menjalani kehidupan, suatu saat kita pasti dihantam badai. Yang kita lakukan bukanlah lari lalu sembunyi, karena ia bagian dari taqdir yang pasti ada dan harus kita hadapi. Sebab, hanya dibalik badai itulah kesuksesan berada. Kalau kita lari, berarti kita meninggalkan kesuksesan terserbut, sedangkan badai….?, ia akan tetap ada, terus ada, dan mengikuti kita!!.
            Ketika badai menghantam, kekhawatiran akan muncul. Kita khawatir pada diri, kita khawatir pada keluarga, anak, istri, harta, kebun, pekerjaan, dan termasuk juga pada bisnis!. Bahkan di dalam bisnis, rasa khawatir seperti sekeping mata uang yang sulit di pisahkan. Baik bisnis jasa, barang, atau obat-obatan, dll.
            Namun sekali lagi, kita tak boleh larut atau terlena olehnya.
            Apa yang kita khawatirkan biasanya belum jelas, namun sekali lagi kita tak boleh terlena, karena ia akan menjadi duri yang menghambat perjalanan panjang kita. Wallahu ‘alam. ***





  


KEKHAWATIRAN
Oleh; Eris Herisno
(Serial ke 20)




            Sehebat apapun keberanian kita, sekuat apapun ketahanan fisik kita, sebagus apapun strategi yang di terapkan, cinta, senyuman, inovasi, dan setangguh apapun mental bisnis kita, bukan berarti kita jernih dari kekurangan-kekurangan. Kita adalah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan.
            Salah satu  kekurangan yang pasti ada dalam setiap jiwa manusia adalah memiliki perasaan khawatir.
            Apa itu khawatir?
            “Khawatir adalah sikap merasa tidak berdaya terhadap sesuatu yang dipandang lebih kuasa dan disertai perasaan terancam”, kata Abu Ahmadi dalam bukunya ‘Psikologi Umum’. Artinya, khawatir adalah sikap yang lumrah bahkan bisa dikatakan wajar secara psikologis.
            Namun, kita tak boleh membiarkan kekhawatiran tersebut merajai jiwa sehingga mengendalikan semua energi fisik dan pikiran. Jika hal ini terjadi?. Bersiap-siaplah menghadapi kelelahan pisik dan otak kita, karena ia (Kekhawatiran) akan menjadi pembunuh imajinasi yang ada dalam ruang daya cipta kita. Dan juga, Jangan harap fisik kita akan  bekerja optimal!!.
            Bukanlah kerja yang membunuh manusia, melainkan rasa khawatir”, Kata Henry Ward Beecher.
            Suatu ketika dalam sebuah perenungan, saya menemukan sebuah jawaban tentang efek dari kekhawatiran. Dan sekarang saya percaya bahwa; Kekhawatiran akan menjadi ulat yang merusak daya cipta, jika kita larut terus menerus kedalamnya. Tapi ia juga akan menjadi energi, bahkan akan melahirkan sumber inspirasi kalau kita mengendalikannya dan menyerahkan persoalan yang kita khawatirkan tersebut pada Allah SWT.
            Cobalah anda baca, apa penyebab lahirnya buku ‘Mencari Pahlawan Indonesia, karya Anis Matta??’. Salah satu jawabannya adalah Kerisauan! atau kekhawatiran yang di ubah menjadi sebuah energi!. Anis sangat risau atau khawatir terhadap krisis besar yang melanda negeri ini.Kita justru mengalami kelangkaan pahlawan”, Dan ini merupakan, “isyarat kematian sebuah bangsa”. Katanya.
             Dalam banyak kasus, sebagian besar masalah yang dikhawatirkan tidak pernah terjadi. Ia hanyalah sebuah perasaan yang kalau kita larut, kita akan tersiksa dan menderita olehnya. “Khawatir itu sebenarnya energi yang salah arah”, kata penulis buku  ‘366 Esai’, Sidney Newton Bremer, Ph.D.
            Dalam menjalani kehidupan, suatu saat kita pasti dihantam badai. Yang kita lakukan bukanlah lari lalu sembunyi, karena ia bagian dari taqdir yang pasti ada dan harus kita hadapi. Sebab, hanya dibalik badai itulah kesuksesan berada. Kalau kita lari, berarti kita meninggalkan kesuksesan terserbut, sedangkan badai….?, ia akan tetap ada, terus ada, dan mengikuti kita!!.
            Ketika badai menghantam, kekhawatiran akan muncul. Kita khawatir pada diri, kita khawatir pada keluarga, anak, istri, harta, kebun, pekerjaan, dan termasuk juga pada bisnis!. Bahkan di dalam bisnis, rasa khawatir seperti sekeping mata uang yang sulit di pisahkan. Baik bisnis jasa, barang, atau obat-obatan, dll.
            Namun sekali lagi, kita tak boleh larut atau terlena olehnya.
            Apa yang kita khawatirkan biasanya belum jelas, namun sekali lagi kita tak boleh terlena, karena ia akan menjadi duri yang menghambat perjalanan panjang kita. Wallahu ‘alam. ***





  

>b:else/> baca selengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar